Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Kamis, 11 Oktober 2012

Indahnya berdakwah bersama KAMMI


            Saya bernama Fauzi Yusupandi, lahir di Karawang 11 Juni 1993, saya berada di jurusan Teknik Kimia, program studi D-IV Teknik Kimia Produksi Bersih. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) adalah organisasi yang saya ikuti pertama kali ketika masuk Politeknik Negeri Bandung. Kenapa saya masuk KAMMI ? Alasannya hanya satu saya ingin di Kota Bandung ini tetap dekat dengan Allah SWT karena seperti yang adik-adik ketahui di kota Bandung pergaulan remajanya sangat memprihatinkan. Dan alasan itu yang selalu saya ingat, bagaimana caranya agar ketika hijrah ke kota Bandung ini saya tetap dekat dengan Allah SWT. Pada saat pertama kali saya masuk KAMMI, saya kaget karena ternyata kader-kader KAMMI bukanlah kader biasa, banyak alumni-alumni KAMMI POLBAN yang mempunyai keahlian yang sangat luar biasa (contoh; Kang Rusda, alumni D3-Teknik Kimia yang dulunya ketua umum KAMMI POLBAN periode 2008-2009. Sekarang beliau bekerja di perusahaan Minyak dan gas, schlumberger). Itu menjadi motivasi saya agar menjadi seorang mujahid yang sukses. Ada beberapa departemen di KAMMI, dan saya masuk departemen Pengembangan Masyarakat (PengMasy). Kenapa saya memilih departemen ini? Dari namanya Pengembangan Masyarakat, yang saya artikan bahwa ini adalah suatu usaha yang dilakukan secara real terhadap masyarakat agar masyarakat bisa merasakan indahnya islam dan dihiasi dengan nlai-nilai islam. Sudah banyak kegiatan yang saya laksanakan di masyarakat dan perlahan saya mengerti bagaimana kebutuhan masyarakat. Bukan perkara mudah untuk menjadikan masyarakat islami, hakikatnya Allah lah yang bisa membolak-balikan hati setiap manusia kita hanya dituntut untuk berusaha, berdo’a dan tawakal. Disinilah usaha maksimal yang saya dan teman-teman KAMMI lakukan agar masyarakat bisa merasakan indahnya islam. Kadangkala masyarakat itu pro terhadap kita, tapi kadangkala masyarakat juga kurang mendukung terhadap kita. Disinilah diperlukannya suatu tindakan yang bisa membuat masyarkat nyaman dengan kehadiran kita, KAMMI sudah bertahun-tahun berkecimpung di masyarakat terutama di desa ciwaruga yang notabene nya itu adalah desa binaannya KAMMI komisariat Politeknik Negeri Bandung. Di desa ini saya mulai untuk mewujudkan keinginan saya untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan membuat masyarakat lebih dekat dengan islam dan merasakan indahnya islam.
Sebulan yang lalu adalah moment dimana itu menjadi suatu kebanggaan bagi saya yakni menjadi ketua pelaksana Gebyar Ramadhan 1433 H di KAMMI komisariat POLBAN. Agenda ini melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat ciwaruga ikut dalam agenda ini dan pada tanggal 14 Juli 2012 acara pertama dari gebyar ramadhan yaitu aksi putih pun dilaksanakan. Perjalanan dari balai desa ciwaruga sampai lapangan kavling DPRD serta ditemani oleh bapak kepala desa ciwaruga menjadi moment terindah dalam menyambut ramadhan tahun ini. Tidak lupa dengan hadirnya bapak bupati Kabupaten Bandung Barat menjadi penambah kebahagiaan dalam acara pertama ini. Banyak lagi acara yang diselenggarakan KAMMI komisariat POLBAN dalam menyambut ramadhan dan pada saat ramadhan selama agenda Gebyar Ramadhan 1433 H. Satu lagi yaitu saya sangat senang karena di desa ciwaruga ini banyak anak-anak yang semangat dalam hal keagamaan seperti mengaji, rajin adzan, dan sebagainya. Ini menjadi pelecut semangat bagi saya karena mereka saja semangat, masa saya kalah semangat nya? Sungguh itu menjadi motivasi eksternal saya dimana biasanya para pemuda menjadikan motivasi eksternal nya yaitu PACARnya yang hanya bisa membuat sakit hati. Kegiatan-kegiatan yang KAMMI lakukan di ciwaruga menyebabkan interaksi saya dengan masyarakat ciwaruga pun mulai terbangun, ditambah lebih dikenal dan dirasakannya agenda KAMMI komisariat POLBAN oleh masyarakat. Sungguh besar perjuangan kader KAMMI terdahulu yang berjuang agar masyarakat bisa menerima KAMMI dan memberikan kesempatan kepada KAMMI untuk membuktikan bahwa KAMMI komisariat POLBAN peduli dengan masayarakat ciwaruga.
Kata Dakwah terdengar baru bagi saya karena inilah pertama kalinya saya masuk organisasi islam (dakwah) dan baru kurasakan indahnya berjuang membela agama Allah. Sungguh manis ukhuwah ini karena Allah lah yang menyatukan hati-hati kita. Allah SWT berfirman :

7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S Muhammad :7)
Ayat diatas menjadi pelecut semangat bagi saya untuk terus menapaki jalan dakwah ini karena Allah tidak mungkin ingkar dengan janjinya disaat kita membela agama Allah maka Allah pun akan menolong kita. Ketika teman saya menceritakab suatu kisah kepada saya yakni tentang seorang kristiani yang sering membawa kitab injilnya kemana-mana, baik itu sedang di angkot, jalan, dimanapun dia berada serta tidak ketinggalan kalung salib yang dia pakai itu menjadi pertanda kecintaan dia terhadap agamanya. Kisah itu sebuah analogi bagaimana cintanya seseorang terhadap agamanya. Kita lihat kondisi umat islam saat ini, apakah sering kita membawa kitab suci al-quran kemanapun kita bepergian? Jika sering dibawa apakah sering dibaca saat waktu luang? Ini yang perlu kita benahi bahwasannya kita sebagai umat muslim masih kurang cinta terhadap islam karena terbukti kitab sucinya pun hanya disimpan dan diapajang dirumah jarang sekali dibaca. Sesekali nya dibawa bepergian hanya menjadi pajangan agar terlihat bahwa dia muslim atau muslimah yang taat agama. Kita adalah agen of change, agen perubahan bangsa ini dan agama Allah yang kita lihat kondisinya pada hari ini dimana kondisi Indonesia berbanding lurus dengan Islam. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  menjadi suatu wadah yang insya Allah melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh karena di KAMMI kita akan mendapatkan wawasan yang sangat luas yakni tentang Islam tetapi bukan hanya islam wawasan tentang kenegaraan, strategi berdakwah itu akan kita dapatkan karena output dari KAMMI adalah menjadikan kita sebagai MUSLIM NEGARAWAN. 
Belajar lah untuk menjadi orang yang berbeda dan istimewa karena hanya orang-orang istimewa yang akan menjadi pemuda harapan bangsa dan agama. Di KAMMI juga, saya banyak mendapat ilmu bagaimana harus berbicara di depan public, caranya berorganisasi dengan baik dan memberikan manfaat kepada orang lain (masyarakat) serta masih banyak lagi yang saya dapatkan di KAMMI ini yang intinya mengembangkan potensi diri menjadi lebih bisa bermanfaat untuk nusa, bangsa dan agama. Ketika kita berdakwah kepada orang lain sungguh berat rintangannya dan satu hal yang perlu kita ingat bahwa sesungguhnya yang mengikat hati setiap insan, yang membolak-balikan hati setiap insan hanya Allah SWT. Oleh karena itu kedekatan kita dengan Allah SWT harus terus kita tingkatkan karena sesungguhnya tujuan akhir kita berdakwah yaitu tegaknya agama Allah. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al- Baqarah ayat 44 yang berbunyi :
“ Mengapa engkau menyuruh orang lain mengerjakan kebaikan, sedang engkau melupakan kewajibanmu sendiri, padahal engkau membaca Al-Kitab (Taurat) ? Maka tidaklah engkau berpikir?”
            Pelajaran yang bisa dipetik yakni janganlah kalian menyuruh sesuatu yang tidak kalian lakukan. Sebab perbuatan yang bertolak belakang dengan ucapan merupakan penipuan. Berhati-hatilah ketika kita berdakwah, apalagi berdakwah di hadapan masyarakat. Apa yang anda bicarakan harus sesuai dengan apa yang anda lakukan.