Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Rabu, 19 Maret 2014

Hujan

       Hari ini nampaknya langit memberikan suasana yang berbeda dari sebelumnya. Pagi hari awan gelap mulai bergerombol hadir menutupi cahaya sang mentari. Membuat orang-orang khawatir untuk melaksanakan rutinitasnya karena takut ketika dalam perjalanan ada hal yang menghalangi nya. Lampu lalu lintas baru saja berwarna merah, tiba-tiba tetesan air jatuh dari langit yang tidak begitu gelap. Membasahi tangan, jaket dan juga celana. Memang hanya tetesan tapi ketika jarak yang ditempuh puluhan kilometer hasilnya tetap saja semuanya akan terbasahi dengan air. Akhirnya lampu hijau itu menyala, namun hujan semakin deras. Membuatku harus berteduh di sebuah warung ataupun halte. Hujan membuat semua rencanaku menjadi berantakan. Menggagalkan semua pertemuanku dan janjiku kepada seseorang. Derasnya hujan ini membuat badan ini menggigil kedinginan dan jantung berdetak lebih cepat karena petir yang bergemuruh. Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika hujan turun selain berteduh. Mungkin kamu pun merasakan hal yang sama. Awalnya kita berencana untuk bertemu di sebuah tempat yang indah namun hujan menggagalkannya.
            Padahal aku ingin memberikan sesuatu kepadamu. Namun sepertinya akan tertunda. Aku keluarkan handphone untuk bisa berinteraksi denganmu lewat media sosial yang ada. Hujan membuat suasana menjadi lebih romantis, airnya membuat hati merasa sejuk. Meskipun tidak berinteraksi langsung denganmu, aku yakin Allah telah membuat rencana lain dibalik datangnya hujan. Aku tahu, saat hujan mengguyur kamu sedang menuliskan sebuah nama di kaca jendela rumahmu yang terbasahi oleh air hujan. Begitupun aku sedang menuliskan nama di kaca helm yang terbasahi oleh air hujan dan menceritakannya lewat media sosial favorit kita. Kita saling tertawa dan inilah ceritaku bersamamu dibalik datangnya hujan. Anugerah yang telah Allah berikan.


(Bandung, 19 Maret 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar