Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Rabu, 05 Maret 2014

Langit Malam dan Awan Mendung

Minggu-minggu ini, kota Bandung sering kedatangan tamu yang bergerombol berupa air yang turun dari langit yang begitu luas. Menyirami orang-orang yang sedang mengendarai kendaraannya ataupun yang sedang berjalan di bahu jalan. Namun air yang turun itu hadir di waktu malam di saat langit gelap sehingga awan mendung pun tertutupi oleh gelapnya malam. Mungkin ada maksudnya mengapa awan mendung ingin hadir di gelapnya malam. Awan mendung itu ingin agar makhluk yang ada di muka bumi tidak menakutinya, awan itu ingin mengganggap bahwa kedatangannya sebagai anugerah dan rezeki yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta kepada makhluknya.
            Manusia, hewan dan tumbuhan akhirnya memahami hal itu meskipun air dari langit itu membasahinya tetapi tetap saja mereka beraktivitas seperti biasanya. Meskipun suasana malam bertambah dingin dan bintang-bintang pun entah kemana perginya. Pada malam itu, aku sedang duduk santai memandangi luasnya langit sang Khaliq dan merasakan air dari langit yang begitu dingin. Mungkin saat ini aku hanya menampung dan merasakan air dari langit itu dengan dua tangan dan menatap bangunan-bangunan megah hanya dengan dua mata. Kamu begitu cerdik awan mendung, kamu datang di saat orang-orang sedikit beraktivitas, di saat orang-orang akan menggunakan hak nya untuk beristirahat. Membuat suasana menjadi lebih nyaman meskipun suhu udara menjadi lebih dingin tetapi ada selimut yang akan menghangatkan tubuh orang-orang yang akan beristirahat. Hari ini aku harus belajar dari awan mendung sehingga suatu saat nanti aku bisa membuat sang bidadari nyaman.
            Jika awan mendung itu hadir di pagi sampai sore hari mungkin orang-orang akan jengkel terhadapnya karena pada waktu itu banyak sekali orang-orang yang sedang mencari ilmu, mencari nafkah ataupun yang lainnya. Tidak dipungkiri malam hari pun masih ada yang mencari ilmu dan mencari nafkah akan tetapi itu hanya sedikit. Begitupun aku, mungkin saat ini engkau sedang berada pada situasi yang sangat amat sibuk, engkau sedang menghadapi problematika untuk bisa tumbuh dan berkembang sehingga aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, memberikan mu sedikit energi semangat dan memberikan senyuman hangat untuk membuat hari-hari mu lebih bermakna. Hingga saat datang waktu yang tepat, aku akan hadir menemanimu, merawatmu dan menjagamu seperti awan mendung yang hadir di gelapnya malam memberikan kesejukan dan keberkahan kepada seluruh makhluk. Saat malam dan awan mendung itu tiba kita berada di sebuah kursi panjang menatap hitamnya langit yang dihiasi oleh sepenggal bulan dan saat awan itu meneteskan air tangan kita akan merasakannya sehingga kita bisa menampung air itu ditangan kita masing-masing karena menikmati gelapnya langit dan mendungnya awan bersamamu merupakan nikmat dan berkah yang telah diberikan Sang Khaliq.


-Teruntuk Seseorang yang berada di Langit-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar