Minggu-minggu
ini, kota Bandung sering kedatangan tamu yang bergerombol berupa air yang turun
dari langit yang begitu luas. Menyirami orang-orang yang sedang mengendarai
kendaraannya ataupun yang sedang berjalan di bahu jalan. Namun air yang turun
itu hadir di waktu malam di saat langit gelap sehingga awan mendung pun
tertutupi oleh gelapnya malam. Mungkin ada maksudnya mengapa awan mendung ingin
hadir di gelapnya malam. Awan mendung itu ingin agar makhluk yang ada di muka
bumi tidak menakutinya, awan itu ingin mengganggap bahwa kedatangannya sebagai
anugerah dan rezeki yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta kepada makhluknya.
Manusia, hewan dan tumbuhan akhirnya
memahami hal itu meskipun air dari langit itu membasahinya tetapi tetap saja
mereka beraktivitas seperti biasanya. Meskipun suasana malam bertambah dingin
dan bintang-bintang pun entah kemana perginya. Pada malam itu, aku sedang duduk
santai memandangi luasnya langit sang Khaliq dan merasakan air dari langit yang
begitu dingin. Mungkin saat ini aku hanya menampung dan merasakan air dari
langit itu dengan dua tangan dan menatap bangunan-bangunan megah hanya dengan
dua mata. Kamu begitu cerdik awan mendung, kamu datang di saat orang-orang
sedikit beraktivitas, di saat orang-orang akan menggunakan hak nya untuk
beristirahat. Membuat suasana menjadi lebih nyaman meskipun suhu udara menjadi
lebih dingin tetapi ada selimut yang akan menghangatkan tubuh orang-orang yang
akan beristirahat. Hari ini aku harus belajar dari awan mendung sehingga suatu
saat nanti aku bisa membuat sang bidadari nyaman.
Jika awan mendung itu hadir di pagi
sampai sore hari mungkin orang-orang akan jengkel terhadapnya karena pada waktu
itu banyak sekali orang-orang yang sedang mencari ilmu, mencari nafkah ataupun
yang lainnya. Tidak dipungkiri malam hari pun masih ada yang mencari ilmu dan
mencari nafkah akan tetapi itu hanya sedikit. Begitupun aku, mungkin saat ini
engkau sedang berada pada situasi yang sangat amat sibuk, engkau sedang
menghadapi problematika untuk bisa tumbuh dan berkembang sehingga aku hanya
bisa melihatmu dari kejauhan, memberikan mu sedikit energi semangat dan
memberikan senyuman hangat untuk membuat hari-hari mu lebih bermakna. Hingga
saat datang waktu yang tepat, aku akan hadir menemanimu, merawatmu dan
menjagamu seperti awan mendung yang hadir di gelapnya malam memberikan
kesejukan dan keberkahan kepada seluruh makhluk. Saat malam dan awan mendung
itu tiba kita berada di sebuah kursi panjang menatap hitamnya langit yang
dihiasi oleh sepenggal bulan dan saat awan itu meneteskan air tangan kita akan
merasakannya sehingga kita bisa menampung air itu ditangan kita masing-masing
karena menikmati gelapnya langit dan mendungnya awan bersamamu merupakan nikmat
dan berkah yang telah diberikan Sang Khaliq.
-Teruntuk
Seseorang yang berada di Langit-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar