Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Rabu, 09 April 2014

Sebelum Datangnya Pertemuan

Saat ini teknologi telah berkembang pesat. Seseorang yang tadinya nan jauh disana menjadi sangat dekat. Lebih dekat dibandingkan teman yang berada disamping kita. Aku dan kamu tidak berada pada suatu daerah yang sama, aku berada di sebuah kota dan kamu berada di sebuah kabupaten atau bisa jadi sebaliknya. Pertemuan maya kita hanya berawal dari obrolan media sosial dan juga telepon genggam. Memperkenalkan diri terlebih dahulu lalu dan membicarakan asal daerah kamu dan aku. Kehidupan yang telah dialami selama satu hari penuh, sering kita ceritakan dalam SMS, BBM ataupun Whatsapp. Suka dan duka selama satu hari itu sering menjadi nasehat untuk kita, menjadi pelajaran kehidupan yang sedikit sekali didapat ketika berada di bangku sekolah. Menanyakan sesuatu hal yang memang tidak dimengerti, dan saling tertawa meskipun tidak ada jawaban dari pertanyaan tersebut. Pada hari itu kamu menceritakan bagaimana kupu-kupu terbang di halaman rumah dan bagaimana hujan datang di rumahmu.
            Pagi hari, kita hanya bercerita seputar persiapan untuk berangkat ke sekolah. Bertanya pelajaran apa saja hari ini dan pulang kapan. Siang hari kita sibuk dengan urusan masing-masing tapi aku yakin, kita sama-sama sedang menggenggam alat komunikasi namun bingung untuk memulai. Sehingga saat senja tiba, banyak cerita yang bisa dibagikan. Mulai dari cerita guru yang mengajar ataupun saat berkumpul dengan teman di sekolah. Namun malam hari kita kembali sibuk untuk memperkuat amalan kita kepada Allah, sibuk untuk mempersiapkan aktivitas esok hari. Pada akhirnya tertidur lelap karena begitu lelahnya aktivitas di hari itu. Sebenarnya aku hanya tahu rupamu dari sebuah foto yang ada di media sosial, mengetahui sifatmu dari bait kata yang kamu tuliskan dalam pesan-pesan yang kamu kirimkan dan mengetahui kamu sedang sakit atau bahagia dari update status mu. Sesekali aku pernah berada dalam satu daerah denganmu, namun sulit sekali untuk bertemu. Mungkin karena kamu sibuk dengan kewajibanmu dalam menutut ilmu sehingga sedikit sekali waktu luang yang kamu punya. Kemungkinan terbesar kita pernah bertemu namun tidak saling mengenal dan dibiarkan berlalu.Namun sebelum datangnya pertemuan itu, aku seperti telah mengenalmu. Aku merasa kita seperti telah duduk bersama, bercerita tentang aktivitas kita sehari-hari. Meskipun pertemuan itu belum Allah berikan, tapi banyak hal yang sudah kita bagi bersama. Saling menasehati, memotivasi dan mengingatkan. Pertemuan kita di bumi belum terjadi namun aku merasa kita pernah bertemu dalam mimpi indah di malam hari. Suatu saat akan ada waktunya kita bertemu, dan itu mudah bagi Allah. Bukan hanya bertemu namun disatukan.

(Bandung, 22 Maret 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar