Saat ini teknologi
telah berkembang pesat. Seseorang yang tadinya nan jauh disana menjadi sangat
dekat. Lebih dekat dibandingkan teman yang berada disamping kita. Aku dan kamu
tidak berada pada suatu daerah yang sama, aku berada di sebuah kota dan kamu
berada di sebuah kabupaten atau bisa jadi sebaliknya. Pertemuan maya kita hanya
berawal dari obrolan media sosial dan juga telepon genggam. Memperkenalkan diri
terlebih dahulu lalu dan membicarakan asal daerah kamu dan aku. Kehidupan yang
telah dialami selama satu hari penuh, sering kita ceritakan dalam SMS, BBM
ataupun Whatsapp. Suka dan duka selama satu hari itu sering menjadi nasehat
untuk kita, menjadi pelajaran kehidupan yang sedikit sekali didapat ketika
berada di bangku sekolah. Menanyakan sesuatu hal yang memang tidak dimengerti, dan
saling tertawa meskipun tidak ada jawaban dari pertanyaan tersebut. Pada hari
itu kamu menceritakan bagaimana kupu-kupu terbang di halaman rumah dan
bagaimana hujan datang di rumahmu.
Pagi hari, kita hanya bercerita seputar persiapan untuk
berangkat ke sekolah. Bertanya pelajaran apa saja hari ini dan pulang kapan.
Siang hari kita sibuk dengan urusan masing-masing tapi aku yakin, kita
sama-sama sedang menggenggam alat komunikasi namun bingung untuk memulai.
Sehingga saat senja tiba, banyak cerita yang bisa dibagikan. Mulai dari cerita
guru yang mengajar ataupun saat berkumpul dengan teman di sekolah. Namun malam
hari kita kembali sibuk untuk memperkuat amalan kita kepada Allah, sibuk untuk
mempersiapkan aktivitas esok hari. Pada akhirnya tertidur lelap karena begitu
lelahnya aktivitas di hari itu. Sebenarnya aku hanya tahu rupamu dari sebuah
foto yang ada di media sosial, mengetahui sifatmu dari bait kata yang kamu
tuliskan dalam pesan-pesan yang kamu kirimkan dan mengetahui kamu sedang sakit
atau bahagia dari update status mu. Sesekali aku pernah berada dalam satu
daerah denganmu, namun sulit sekali untuk bertemu. Mungkin karena kamu sibuk
dengan kewajibanmu dalam menutut ilmu sehingga sedikit sekali waktu luang yang
kamu punya. Kemungkinan terbesar kita pernah bertemu namun tidak saling
mengenal dan dibiarkan berlalu.Namun sebelum datangnya pertemuan itu, aku
seperti telah mengenalmu. Aku merasa kita seperti telah duduk bersama,
bercerita tentang aktivitas kita sehari-hari. Meskipun pertemuan itu belum
Allah berikan, tapi banyak hal yang sudah kita bagi bersama. Saling menasehati,
memotivasi dan mengingatkan. Pertemuan kita di bumi belum terjadi namun aku
merasa kita pernah bertemu dalam mimpi indah di malam hari. Suatu saat akan ada
waktunya kita bertemu, dan itu mudah bagi Allah. Bukan hanya bertemu namun
disatukan.
(Bandung,
22 Maret 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar