Seperti hal nya
mengagumi seseorang atau orang-orang menganggapnya jatuh cinta. Saya mengagumi
seseorang bukan dari kecantikan saja, tapi tutur kata nya yang lembut dan tidak
banyak membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Namun terkadang orang-orang
disekitar memiliki anggapan yang berbeda terkait perasaan itu. Sehingga
menyebabkan perbincangan kita semakin terbatas, menjadi canggung ketika akan
memulai obrolan yang akhirnya hanya dapat dilaksanakan melalui media sosial.
Padahal kita berada dalam satu wilayah, bahkan hanya beberapa meja yang menjadi
penghalang diantara kita. Tapi yang terasa aku seperti di Aceh dan kamu di
Papua. Begitu jauh jarak di antara kita, sehingga ketika akan bertemu mungkin
hanya sesekali dalam satu bulan bahkan bisa sampai satu tahun. Sebetulnya
apakah benar anggapan-anggapan yang disampaikan orang-orang sekitar mewakili
perasaan yang saat ini sedang dirasa? Waktu demi waktu perasaan itu mulai
tumbuh. Aku mengagumi mu ketika pertama kali berjumpa, melihat sosok yang tidak
bermewah-mewahan, rajin ibadahnya dan sepertinya pandai memasak. Hal yang aku
tidak mengerti kenapa rasa kagum itu terus berlanjut sampai saat ini? Padahal
kita tidak pernah berbincang langsung dalam waktu yang lama maupun ketika
berbincang di dunia maya, hanya menyapa dan menanyakan tugas. Apakah karena
kita dekat lalu rasa kagum itu tetap ada? Tapi apakah hanya dengan melihatmu
sejenak dapat mempertahankan rasa kagum itu? Tapi aku merasa sangat jauh
denganmu. Mungkin ini perasaan kagum ku terhadapmu yang menyebabkan kita
semakin sulit untuk bercerita. Atau haruskah aku lanjutkan pada tahap
selanjutnya? Itupun belum saatnya.
Bandung,
09 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar