Matahari selalu
memberikan panasnya kepada bumi untuk memberikan kehangatan pada jiwa-jiwa yang
hidup. Meskipun jarak matahari ke bumi sangtlah jauh tapi matahari tetap
berusaha keras untuk memberikan kehangatan kepada bumi. Sebenarnya Matahari
memiliki panas yang begitu dahsyat, di permukaan saja mencapai 55050C.
Begitu hebatnya matahari meskipun jarak dengan bumi begitu jauh, dia tidak
pernah berhenti untuk memancarkan sinarnya. Matahari tidak ingin bumi merasa
kedinginan dan bumi pun dengan senang hati menerima cahaya itu. Tapi terkadang
cahaya itu sering tertutupi oleh tebalnya kabut dan hitamnya awan. Sehingga
butuh waktu yang cukup lama bagi makhluk hidup untuk menikmati hangat nya
cahayamu. Kamu sangat hebat matahari, meskipun awan hitam dan tebalnya kabut
menghalangi cahayamu, kamu tetap setia memberikan cahayamu. Setia, perhatian
dan pekerja keras adalah cirimu, Matahari. Itulah bukti cinta sang matahari ke
bumi.
Aku akan belajar seperti matahari, ketika aku memutuskan
untuk mencintai maka aku akan berusaha semampuku untuk terus mendoakanmu di
setiap shalatku, di sepertiga malamku dan saat lisanku membacakan firman-firman
Allah. Aku belajar dari matahari, dia pun tidak memandang bagaimana rupanya
bumi, tidak memandang imbalan apa yang bisa bumi berikan kepada matahari,
begitupun aku. Aku tidak memandang bagaimana rupa wajahmu dan aku tidak sama
sekali mengharapkan imbalan darimu, cukup membuatmu nyaman berada disampingku,
berbagi tawa denganku dan menyusuri jalanan kota untuk memandangi
bintang-bintang langit berikan kepada aku dan kamu. Sebetulnya suasana yang
tadi aku ceritakan tidaklah mudah, tetapi karena aku sudah memutuskan untuk
mencintaimu maka aku harus melewati beberapa lapisan awan terlebih dahulu dan
bahkan sampai kabut tebal yang aku tidak ketahui apa didalamnya. Memang benar,
mencintai itu tidak mudah. Ketika aku putuskan untuk mecintaimu, maka
waktu-waktu itu aku gunakan untuk selalu memperhatikan keadaanmu, pikiranku pun
selalu memikirkan untuk selalu membuat mua tersenyum manis dan terus mencari
cara agar engkau nyaman berada disampingku.
Ketika suatu saat nanti nama mu cocok dengan yang Allah
tuliskan di lauhul mahfudz, maka aku akan berjanji untuk selalu ada disampingmu
dan selalu menjaga hatiku ini untukmu karena mencintaimu adalah tanggung
jawabku. Aku akan menerima segala resiko ketika aku memtuskan untuk mencintaimu
dan resiko saat ini adalah aku akan menunggumu hingga kamu siap untuk aku
jemput dari langit menggunakan kereta do’a-do’a ku yang selalu aku panjatkan di
setiap shalat-shalatku. Karena bersamamu adalah hadiah dari segala resiko yang
harus kuhadapi.
-Inspirasi di tengah
mata kuliah “Penilaian Resiko”-
(Bandung,
07 Maret 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar