Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Jumat, 07 Maret 2014

Resiko Mencintai

          Matahari selalu memberikan panasnya kepada bumi untuk memberikan kehangatan pada jiwa-jiwa yang hidup. Meskipun jarak matahari ke bumi sangtlah jauh tapi matahari tetap berusaha keras untuk memberikan kehangatan kepada bumi. Sebenarnya Matahari memiliki panas yang begitu dahsyat, di permukaan saja mencapai 55050C. Begitu hebatnya matahari meskipun jarak dengan bumi begitu jauh, dia tidak pernah berhenti untuk memancarkan sinarnya. Matahari tidak ingin bumi merasa kedinginan dan bumi pun dengan senang hati menerima cahaya itu. Tapi terkadang cahaya itu sering tertutupi oleh tebalnya kabut dan hitamnya awan. Sehingga butuh waktu yang cukup lama bagi makhluk hidup untuk menikmati hangat nya cahayamu. Kamu sangat hebat matahari, meskipun awan hitam dan tebalnya kabut menghalangi cahayamu, kamu tetap setia memberikan cahayamu. Setia, perhatian dan pekerja keras adalah cirimu, Matahari. Itulah bukti cinta sang matahari ke bumi.
            Aku akan belajar seperti matahari, ketika aku memutuskan untuk mencintai maka aku akan berusaha semampuku untuk terus mendoakanmu di setiap shalatku, di sepertiga malamku dan saat lisanku membacakan firman-firman Allah. Aku belajar dari matahari, dia pun tidak memandang bagaimana rupanya bumi, tidak memandang imbalan apa yang bisa bumi berikan kepada matahari, begitupun aku. Aku tidak memandang bagaimana rupa wajahmu dan aku tidak sama sekali mengharapkan imbalan darimu, cukup membuatmu nyaman berada disampingku, berbagi tawa denganku dan menyusuri jalanan kota untuk memandangi bintang-bintang langit berikan kepada aku dan kamu. Sebetulnya suasana yang tadi aku ceritakan tidaklah mudah, tetapi karena aku sudah memutuskan untuk mencintaimu maka aku harus melewati beberapa lapisan awan terlebih dahulu dan bahkan sampai kabut tebal yang aku tidak ketahui apa didalamnya. Memang benar, mencintai itu tidak mudah. Ketika aku putuskan untuk mecintaimu, maka waktu-waktu itu aku gunakan untuk selalu memperhatikan keadaanmu, pikiranku pun selalu memikirkan untuk selalu membuat mua tersenyum manis dan terus mencari cara agar engkau nyaman berada disampingku.
            Ketika suatu saat nanti nama mu cocok dengan yang Allah tuliskan di lauhul mahfudz, maka aku akan berjanji untuk selalu ada disampingmu dan selalu menjaga hatiku ini untukmu karena mencintaimu adalah tanggung jawabku. Aku akan menerima segala resiko ketika aku memtuskan untuk mencintaimu dan resiko saat ini adalah aku akan menunggumu hingga kamu siap untuk aku jemput dari langit menggunakan kereta do’a-do’a ku yang selalu aku panjatkan di setiap shalat-shalatku. Karena bersamamu adalah hadiah dari segala resiko yang harus kuhadapi.

-Inspirasi di tengah mata kuliah “Penilaian Resiko”-

(Bandung, 07 Maret 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar