Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Senin, 10 Maret 2014

Suara Merdu Putra-Putri Bangsa

        Duduk di sebuah bangku panjang di pagi hari diiringi oleh alunan melodi yang begitu indah. Alunan lagu yang berisikan makna-makna kehidupan, romantika cinta dan religi. Terkadang mendengarkan lagu-lagu lawas lebih menyenangkan daripada lagu-lagu saat ini. Namun suka dibilang norak atau ketinggalan zaman ketika gaya penyanyi terdahulu disukai. Lagu-lagu terdahulu dibuat atas dasar perasaan yang sedang dirasakan, kekhawatiran terhadap realita kehidupan ataupun terhadap kondisi pribadi yang belum optimal. Bukan hanya suara merdu, namun syair nya pun memiliki kandungan nasehat bagi para pecinta musik ataupun bagi masyarakat umumnya. Sebetulnya, musik daerah memiliki nilai kebudayaan yang luhur, menjunjung persatuan dan mengobarkan api semangat para pemuda dan pemudi daerah bahkan pemuda-pemudi Indonesia. Syair yang dibuat ketika masa-masa sulit, masa penuh dengan tekanan fisik dan batin namun tetap memiliki kualitas syair yang tidak lekang oleh waktu. Perkembangan musik indonesia semakin pesat yang membuat musik daerah menjadi kurang diminati, seolah-olah ingin dihilangkan. Lebih modern, lebih banyak variasi dan lebih merdu. Saat ini, syair yang dibuat atas dasar apa? Saking modern nya, banyak yang lipsing sekarang. Berarti apakah hanya raga nya yang ingin diperlihatkan? Ditambah bumbu tarian yang tidak jelas asal usulnya. Yang aku pahami, menyanyi adalah menyampaikan pesan ataupun nasehat lewat syair yang disuarakan dengan suara yang seindah-indahnya. Apakah masih ada suara merdu putra-putri bangsa?

-Selamat Hari Musik Nasional-

(bandung, 09 Maret 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar