Saya
bernama Fauzi Yusupandi, lahir di Karawang 11 Juni 1993, saya berada di jurusan
Teknik Kimia, program studi D-IV Teknik Kimia Produksi Bersih. KAMMI (Kesatuan
Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) adalah organisasi yang saya ikuti pertama kali
ketika masuk Politeknik Negeri Bandung. Kenapa saya masuk KAMMI ? Alasannya
hanya satu saya ingin di Kota Bandung ini tetap dekat dengan Allah SWT karena
seperti yang adik-adik ketahui di kota Bandung pergaulan remajanya sangat memprihatinkan.
Dan alasan itu yang selalu saya ingat, bagaimana caranya agar ketika hijrah ke
kota Bandung ini saya tetap dekat dengan Allah SWT. Pada saat pertama kali saya
masuk KAMMI, saya kaget karena ternyata kader-kader KAMMI bukanlah kader biasa,
banyak alumni-alumni KAMMI POLBAN yang mempunyai keahlian yang sangat luar
biasa (contoh; Kang Rusda, alumni D3-Teknik Kimia yang dulunya ketua umum KAMMI
POLBAN periode 2008-2009. Sekarang beliau bekerja di perusahaan Minyak dan gas,
schlumberger). Itu menjadi motivasi saya agar menjadi seorang mujahid yang
sukses. Ada beberapa departemen di KAMMI, dan saya masuk departemen
Pengembangan Masyarakat (PengMasy). Kenapa saya memilih departemen ini? Dari
namanya Pengembangan Masyarakat, yang saya artikan bahwa ini adalah suatu usaha
yang dilakukan secara real terhadap masyarakat agar masyarakat bisa merasakan
indahnya islam dan dihiasi dengan nlai-nilai islam. Sudah banyak kegiatan yang
saya laksanakan di masyarakat dan perlahan saya mengerti bagaimana kebutuhan masyarakat.
Bukan perkara mudah untuk menjadikan masyarakat islami, hakikatnya Allah lah
yang bisa membolak-balikan hati setiap manusia kita hanya dituntut untuk
berusaha, berdo’a dan tawakal. Disinilah usaha maksimal yang saya dan
teman-teman KAMMI lakukan agar masyarakat bisa merasakan indahnya islam.
Kadangkala masyarakat itu pro terhadap kita, tapi kadangkala masyarakat juga
kurang mendukung terhadap kita. Disinilah diperlukannya suatu tindakan yang
bisa membuat masyarkat nyaman dengan kehadiran kita, KAMMI sudah bertahun-tahun
berkecimpung di masyarakat terutama di desa ciwaruga yang notabene nya itu
adalah desa binaannya KAMMI komisariat Politeknik Negeri Bandung. Di desa ini
saya mulai untuk mewujudkan keinginan saya untuk memberikan yang terbaik untuk
masyarakat dan membuat masyarakat lebih dekat dengan islam dan merasakan indahnya islam.
Sebulan yang lalu adalah moment dimana itu menjadi
suatu kebanggaan bagi saya yakni menjadi ketua pelaksana Gebyar Ramadhan 1433 H
di KAMMI komisariat POLBAN. Agenda ini melibatkan hampir seluruh lapisan
masyarakat ciwaruga ikut dalam agenda ini dan pada tanggal 14 Juli 2012 acara
pertama dari gebyar ramadhan yaitu aksi putih pun dilaksanakan. Perjalanan dari
balai desa ciwaruga sampai lapangan kavling DPRD serta ditemani oleh bapak
kepala desa ciwaruga menjadi moment terindah dalam menyambut ramadhan tahun
ini. Tidak lupa dengan hadirnya bapak bupati Kabupaten Bandung Barat menjadi
penambah kebahagiaan dalam acara pertama ini. Banyak lagi acara yang
diselenggarakan KAMMI komisariat POLBAN dalam menyambut ramadhan dan pada saat
ramadhan selama agenda Gebyar Ramadhan 1433 H. Satu lagi yaitu saya sangat
senang karena di desa ciwaruga ini banyak anak-anak yang semangat dalam hal
keagamaan seperti mengaji, rajin adzan, dan sebagainya. Ini menjadi pelecut
semangat bagi saya karena mereka saja semangat, masa saya kalah semangat nya?
Sungguh itu menjadi motivasi eksternal saya dimana biasanya para pemuda
menjadikan motivasi eksternal nya yaitu PACARnya yang hanya bisa membuat sakit
hati. Kegiatan-kegiatan yang KAMMI lakukan di ciwaruga menyebabkan interaksi
saya dengan masyarakat ciwaruga pun mulai terbangun, ditambah lebih dikenal dan
dirasakannya agenda KAMMI komisariat POLBAN oleh masyarakat. Sungguh besar
perjuangan kader KAMMI terdahulu yang berjuang agar masyarakat bisa menerima
KAMMI dan memberikan kesempatan kepada KAMMI untuk membuktikan bahwa KAMMI
komisariat POLBAN peduli dengan masayarakat ciwaruga.
Kata Dakwah terdengar baru bagi saya karena inilah
pertama kalinya saya masuk organisasi islam (dakwah) dan baru kurasakan
indahnya berjuang membela agama Allah. Sungguh manis ukhuwah ini karena Allah
lah yang menyatukan hati-hati kita. Allah SWT berfirman :
7. Hai orang-orang
mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan
meneguhkan kedudukanmu. (Q.S Muhammad :7)
Ayat diatas menjadi pelecut semangat bagi saya untuk
terus menapaki jalan dakwah ini karena Allah tidak mungkin ingkar dengan
janjinya disaat kita membela agama Allah maka Allah pun akan menolong kita.
Ketika teman saya menceritakab suatu kisah kepada saya yakni tentang seorang
kristiani yang sering membawa kitab injilnya kemana-mana, baik itu sedang di
angkot, jalan, dimanapun dia berada serta tidak ketinggalan kalung salib yang
dia pakai itu menjadi pertanda kecintaan dia terhadap agamanya. Kisah itu
sebuah analogi bagaimana cintanya seseorang terhadap agamanya. Kita lihat
kondisi umat islam saat ini, apakah sering kita membawa kitab suci al-quran
kemanapun kita bepergian? Jika sering dibawa apakah sering dibaca saat waktu
luang? Ini yang perlu kita benahi bahwasannya kita sebagai umat muslim masih
kurang cinta terhadap islam karena terbukti kitab sucinya pun hanya disimpan
dan diapajang dirumah jarang sekali dibaca. Sesekali nya dibawa bepergian hanya
menjadi pajangan agar terlihat bahwa dia muslim atau muslimah yang taat agama. Kita
adalah agen of change, agen perubahan bangsa ini dan agama Allah yang kita
lihat kondisinya pada hari ini dimana kondisi Indonesia berbanding lurus dengan
Islam. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menjadi suatu wadah yang insya Allah
melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh karena di KAMMI kita akan
mendapatkan wawasan yang sangat luas yakni tentang Islam tetapi bukan hanya
islam wawasan tentang kenegaraan, strategi berdakwah itu akan kita dapatkan
karena output dari KAMMI adalah menjadikan kita sebagai MUSLIM NEGARAWAN.
Belajar lah untuk menjadi orang yang berbeda dan
istimewa karena hanya orang-orang istimewa yang akan menjadi pemuda harapan
bangsa dan agama. Di KAMMI juga, saya banyak mendapat ilmu bagaimana harus
berbicara di depan public, caranya berorganisasi dengan baik dan memberikan
manfaat kepada orang lain (masyarakat) serta masih banyak lagi yang saya
dapatkan di KAMMI ini yang intinya mengembangkan potensi diri menjadi lebih
bisa bermanfaat untuk nusa, bangsa dan agama. Ketika kita berdakwah kepada
orang lain sungguh berat rintangannya dan satu hal yang perlu kita ingat bahwa
sesungguhnya yang mengikat hati setiap insan, yang membolak-balikan hati setiap
insan hanya Allah SWT. Oleh karena itu kedekatan kita dengan Allah SWT harus
terus kita tingkatkan karena sesungguhnya tujuan akhir kita berdakwah yaitu tegaknya
agama Allah. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al- Baqarah ayat 44 yang
berbunyi :
“ Mengapa engkau menyuruh orang lain mengerjakan
kebaikan, sedang engkau melupakan kewajibanmu sendiri, padahal engkau membaca
Al-Kitab (Taurat) ? Maka tidaklah engkau berpikir?”
Pelajaran
yang bisa dipetik yakni janganlah kalian menyuruh sesuatu yang tidak kalian
lakukan. Sebab perbuatan yang bertolak belakang dengan ucapan merupakan
penipuan. Berhati-hatilah ketika kita berdakwah, apalagi berdakwah di hadapan
masyarakat. Apa yang anda bicarakan harus sesuai dengan apa yang anda lakukan.





