Waktu adalah amal soleh (dalam islam), bukan seperti pepatah waktu adalah uang (time is money). Bukan berarti islam tidak membutuhkan uang, akan tetapi tujuan utama nya yaitu beramal saleh dan uang sebagai sarana untuk beramal saleh. Jika uang dijadikan tujuan utama maka kita termasuk seorang yang matearilsm. Waktu memang menjadi hal yang sangat vital dalam kehidupan ini, oleh karena mari kita pergunakan waktu kita dengan sebaik-sebaiknya jangan sampai kita menjadi orang yang merugi yaitu orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu nya. Terutama dalam mengisi waktu luang, dimana waktu dipergunakan syaitan untuk menjerumuskan kita ke dalam perbuatan maksiat. Allah SWT berfirman : "
Manusia zaman sekarang ini mungkin sudah lupa dengan adanya kehidupan lagi setelah di bumi ini yakni kehidupan akhirat yang abadi. Sehingga banyak manusia yang menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang atau hedonisme. Imam Syafi'i pernah menagatakan : "
Jika Anda tidak menyibukkan diri anda dengan
kebenaran, maka ia (waktu) akan menyibukkan Anda dengan kebatilan". Oleh karena itu isi waktu luang kita dari sekarang jangan sampai syaitan memasuki waktu luang kita. Jika kebenaran yang menguasai celah-celah waktu luang kita maka ia akan membangkitkan potensi yang terpendam dalam diri manusia, sebaliknya jika waktu kita dikuasai oleh kebatilan, tunggulah kerusakannya. Manusia banyak terkecoh oleh waktu. "Manusia banyak terkecoh oleh dua hal : Kesehatan & Waktu luang" (H.R Bukhari & Muslim). Yang harus dilakukan adalah me-manage waktu.
Bagaimana belajar me-manage waktu ? Para Ulama memberikan petunjuk sederhana yaitu dimulai dari shalat tepat pada waktunya. Shalat tepat waktu merupakan cerminan bahwa kita disiplin dalam mengatur waktu. Allah SWT berfirman :
:”Maka apabila kamu
telah menyelesaikan shalatmu, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk
dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka
dirikanlah shalat itu. Sesungguhnya shalat itu adalah fardlu yang ditentukan
waktunya atas orang-orang yang beriman.”
(QS. An-Nisa’: 103). Jika kita mampu mengatur waktu shalat fardhu dengan benar, lambat laun ibadah-ibadah yang lain akan mengikuti. Allah SWT juga mengatakan bahwa orang-orang yang beruntung ialah orang-orang yang bisa menjaga waktunya dengan beriman dan beramal saleh.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam
kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih serta
saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya
menetapi kesabaran.” (QS.
Al-‘Ashr: 1-3).
Dari Q.S Al-'Ashr : 1-3, dapat kita ambil suatu palajaran yang sangat penting tentang waktu. Waktu dibagi empat hal : orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasehati dalam menaati kebenaran dan saling menasehati supaya mentaati kesabaran. ilmu merupakan cabang dari iman, jadi pergunakan waktu kita untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya.
Dari
situ kita bisa menyimpulkan bahwa waktu itu adalah amanah Allah yang diembankan
kepada manusia. Kita pasti akan pasti akan diminta pertanggungjawabannya di
akhirat kelak. Simak sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam ini: “Tidak akan beranjak
kaki seorang hamba di akhirat kecuali setelah ditanya tentang empat perkara;
ditanyakan tentang umurnya lalu bagaimana ia menggunakannya dan ditanyakan
kepadanya tentang ilmu yang didapatkannya lalu apa yang dilakukannya dengan
ilmu tersebut, ditanyakan kepadanya tentang harta yang ia dapatkan dari mana ia
mendapatkannya dan kemana harta itu dibelanjakan dan ditanyakan kepadanya
tentang jasadnya lalu kemana dipergunakannya.” (HR.Tirmidzi).
AYO KAWAN-KAWAN, MULAI DARI SEKARANG KITA GUNAKAN WAKTU KEHIDUPAN INI SEBAIK-SEBAIKNYA. JIKA ADA WAKTU LUANG ISI DENGAN HAL YANG BERMANFAAT. HAMASAH !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar