Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Sabtu, 14 April 2012

Al-Qur'an yang terlupakan...



                Pada era globalisasi ini, sebagian besar manusia sibuk dengan urusan pekerjaan dan bisa disebut sibuk dengan urusan dunia. Hal itu memang tidak dapat dihindari, tapi kita lihat sekarang banyak orang-orang yang sibuk dengan urusan pekerjaannya dan mendapatkan uang banyak tetapi masih mengeluh karena tidak merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan banyak juga orang-orang yang berlomba-lomba untuk meraih jabatan tertinggi, namun itu tidak salah. Yang salah pada saat orang-orang gagal dalam mengejar kedudukan itu mengapa jadi gila? Dan mengapa bunuh diri ? apakah kita hanya hidup di dunia ini ? Inilah masalahnya. Manusia zaman sekarang ini, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya Islam lupa dengan pedoman dan tauladan hidup mereka, dan lupa kepada yang  mengendalikan semua urusan yaitu Allah SWT.
                Apa pedoman dan tauladan hidup kita ? pedoman kita yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta tauladan kita yaitu Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an sudah dijual dimana-mana, orang-orang banyak yang membeli kitab suci ini. Tapi coba bandingkan Al-Qur’an dengan Koran yang selalu dibawa saat bekerja dan dibaca saat waktu kosong, apakah Al-Qur’an sering dibawa dan dibaca juga saat bekerja? Mungkin pada saat bekerja anda memang sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk membaca Al-Qur’an, tapi setelah selesai bekerja anda langsung pulang ke rumah dan beristirahat tapi Al-Qur’an tetap menjadi sebuah hiasan yang indah. Begitu banyak alasan yang disampaikan oleh orang-orang yang sibuk dengan urusan dunianya.
                Inilah yang menyebabkan setiap muslim kurang bahagia dan kurang nyaman dengan kehidupan ini karena telah melupakan pedoman hidup mereka yaitu Al-Qur’an. Membaca pun tidak mau, apalagi untuk menghafal dan melaksanakannya. Semua itu memang butuh proses tapi jangan terus mengucapkan proses tanpa adanya usaha. Dan setelah diselidiki, ternyata  banyak orang-orang yang belum bisa baca Al-Qur’an dan tidak ada usaha untuk bisa membaca Al-Qur’an. Ini yang mengerikan, disaat tidak bisa membaca Al-Qur’an, kaum muslimin tetap tenang dan terus menunda untuk belajar Al-Qur’an yang menimbulkan penyesalan di hari tua nanti.
                Al-Qur’an memang benda mati, tapi itu adalah ilmu Allah bahkan manusia tidak akan mampu untuk membuat satu surat yang isinya sama dengan Al-Qur’an. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai sahabatmu, karena kita adalah muslim dan sudah sepantasnya kita menjadikan apa-apa yang baik menjadi sahabat. Kita menganggap bahwa Al-Qur’an hanyalah kitab suci, tapi sesungguhnya penciptaan bumi, dan seluruh system kehidupan di muka bumi ini telah diatur dalam Al-Qur’an. Mulai dari sekarang Al-Qur’an bukan hanya sekedar  kitab suci tetapi juga pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Di dalam Al-Qur’an banyak dijelaskan tentang pemerintahan, perdagangan, dll. Jika kita tidak membaca dan memahami Al-Qur’an, bagaimana mungkin kita tahu isi Al-Qur’an yang sebenarnya
                Oleh karena itu dapat disimpulkan kebanyakan manusia malas dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Karena sibuk, menunda-nunda belajar membaca Al-Qur’an dan menganggap Al-Qur’an hanya kitab suci yang digunakan saat beribadah saja. Tetapi jika kita sudah memahami isi Al-Qur’an itu sendiri kita akan mengetahui bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Belajarlah membaca dan memahami Al-Qur’an karena di akhirat nanti Al-Qur’an akan memberikan pertolongan bagi yang membacanya. Tidak ada salahnya pula, mulai hari ini, kita memprioritaskan diri untuk membaca dan mempelajari isi al-Qur’an. Setidaknya, sama lamanya dengan membaca koran setiap hari.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar