Kita sering mendapati permasalahan yang sebetulnya kuno
tapi saya akui memang dalam tahap implementasinya sangat amat sulit. Dalam
konteks pemahaman seharusnya para kaum intelek ini dapat mencernai dengan baik
terkait permasalahan ini dan seharusnya ketika permasalahan ini menghampiri,
kita tidak lagi buta dengan menyalahkan salah satu diantaranya tapi akan lebih
bijak ketika kita melirik pada diri kita sendiri. Karena sesungguhnya kita lah
yang mengatur semua waktu untuk kedua hal itu, akademik dan organisasi. Ketika
akademik kita hancur, kebanyakan mahasiswa menyalahkan organisasi yang dia
ikuti yang menyebabkan akademiknya hancur. Begitupun ketika organisasi nya
hancur pasti akan menyalahkan akademiknya (tapi belum pernah ada yang
mengatakan seperti ini). Bahkan ada seorang dosen yang mengatakan ketika IPK
turun maka berhentilah sementara untuk mengikuti organisasi. Pertanyaan
sederhana, apakah ada yang bisa menjamin ketika berhenti organisasi, IPK akan
naik? Begitupun sebaliknya ketika dua-duanya dijalani apakah ada yang bisa
menjamin IPK akan naik? Jawabannya adalah yang bisa menjamin semua itu adalah
keyakinan kita kepada Allah SWT dan usaha kita untuk menjadi seseorang yang
hebat. Kalau pada hari ini kita berhenti dari organisasi, sangat amat disayangkan
kehidupan di kampus tanpa organisasi karena sebetulnya kuliah itu untuk
mempelajari kehidupan kita selanjutnya, dalam arti lain merupakan simulasi
kehidupan kita di masa yang akan datang. Begitu pun ketika akademik
terbengkalai, itu pun akan mempengaruhi kualitas anda di bidang yang anda
minati meskipun penilaian keahlian bukan hanya dari IPK. Sehingga akademik dan
organisasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ketika kita
sukses di salah satunya kita hanya akan menjadi orang biasa tapi ketika kita
bisa sukses di kedua nya maka itulah orang-orang Istimewa. Atur waktu dengan
baik, setiap orang memiliki waktu yang sama selama satu hari yaitu 24 jam. Imam
Hasan Al-Banna mengatakan “Kewajiban yang kita punya lebih banyak daripada
waktu yang tersedia”. Terus semangat dalam memperbaiki kualitas diri dan jangan
takut untuk melakukan sebuah perubahan serta terus berjuang untuk menjadi
orang-orang istimewa.
Bandung,
09 April 2014