Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Jumat, 28 Februari 2014

Kicauan Burung dan Langit Biru

Sudah hampir delapan bulan, aku berada di sebuah bangunan yang kokoh dan identik dengan cat berwarna kuning kecoklat-coklatan. Di dalam nya terdapat tiga unit sepeda motor dan satu unit sepeda yang setiap harinya digunakan untuk menemani aktivitasnya sehari-hari. Sepatu dan sandal yang tersedia pun ditata begitu rapi oleh orang-orang di dalamnya bahkan sering juga para penghuninya bertukar sendal atau dalam bahasa lainnya meminjam sendal satu dengan lainnya. Di dalam bangunan dihuni oleh lima orang lelaki yang tempat kuliahnya sama, satu organisasi dan tentunya memiliki selera humor yang tinggi. Pagi, siang bahkan sampai malam obrolan kita tidak pernah habis menceritakan hal-hal yang bersifat “membully”, cerita konyol atau bahkan cerita tentang teman-teman di kampus ataupun dosen yang mengajar. Ketika ada masalah kita sering membicarakannya bersama, berkumpul di ruang TV atau di kamar salah satu dari kita. Oh iya, para penghuni ini juga berbeda angkatan, tiga orang angkatan 2011 dan dua orang angkatan 2012. Kemudian, dikarenakan kita satu organisasi yang sama maka sering kali kita berdiskusi mengenai organisasi itu, membicarakan masa depannya dan mencoba meneritakan cita-cita nya untuk organisasi tersebut. Organisasi tersebut tentu saja HIMATEK POLBAN.
            Namun ada yang berbeda semenjak bulan februari 2014 hadir, dua orang dari angkatan 2011 harus menuntaskan tugas akademiknya yaitu Kerja Praktek. Satu orang ke palembang dan satunya lagi ke bogor. Bangunan yang setiap harinya selalu bergemuruh kali ini sunyi seperti berada di sebuah telaga yang tersembunyi di dalam gua. Tetapi langit yang berada di atas bangunan ini tetap tersenyum indah dengan warna birunya yang begitu cerah dan ketika berada di lantai tiga dari bangunan ini akan jelas terlihat bagaimana indahnya langit sang Khaliq, ditambah pemandangan pesantren yang identik dengan warna hijaunya. Akan tetapi langit itu akan semakin indah jika kita semua berkumpul kembali baik di runagan TV ataupun di kamar salah satu diantara kita dan bersama-sama menikmati sejuk nya udara di lantai teratas bangunan ini. Menyajikan surabi dan secangkir kopi hangat menikmati hijaunya dedaunan, putihnya awan dan tingginya toa pesantren. Kicauan kita setiap waktu seakan tiada di bulan februari ini dan hanya kicauan burung yang menyambut indahnya pagi hari. Namun semua itu tidak akan berlangsung lama karena sebentar lagi dua orang itu akan kembali ke bangunan yang menjadi tempat bermunajat dan mengerjakan berbagai tugas akademik maupun organisasi. Sebentar lagi yang terdengar tidak hanya kicauan burung tapi kicauan dari para penghuni pun akan mengiringi merdunya kicauan burung dan langit biru pun mungkin bisa berubah menjadi mendung namun pada akhirnya pelangi itu akan tiba menghiasi hari-hari para penghuni bangunan yang akan menjadi sejarah organisasi yang kita cintai. Disinilah awal dari ikatan yang tidak akan pernah putus dan hangatnya berbagi risalah kehidupan.

-Cerahnya Pagi di Markas Besar HIMATEK POLBAN-

Para Panglima HIMATEK POLBAN Periode 2012-2013 “15 Pahlawan Revolusi HIMATEK”

1.      Rizky Sukmariansyah (Ketua MT HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Majelis Tinggi HIMATEK POLBAN adalah lembaga yang mengawasi kinerja dari pengurus inti khususnya kepada Saya. Lembaga tertinggi ini dipimpin oleh sahabat saya yang mempuyai cita-cita besar, orangnya kerja keras dan profesional dalam bekerja. Dialah Rizky Sukmariyansyah yang telah menjadi Ketua Majelis Tinggi HIMATEK POLBAN, sungguh bahagia bisa bersama-sama berjuang bersama beliau. 18 Hari lagi merupakan sisa waktu kita untuk memberikan karya untuk himatek. Terimakasih banyak atas semangat dan nasehat yang selalu anda berikan kepada saya. Amandemen AD ART adialah warisan permasalahan yang harus kita selesaikan. Bangga dan Bahagia bisa berjuang dengan anda. "Anda telah menghilangkan SEKAT BESAR antara Pengurus dengan MTH dan terbentuklah profesionalisme dalam bekerja".

2.      Imam Prasetya U (Wakil Ketua HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Sosok pemikir dan tenang adalah kriteria yang saya inginkan untuk mendampingi saya dalam kepengurusan. Dan Allah pun memberikan orang itu untuk bersama-sama berjuang memperbaiki HIMATEK. Dialah Imam Prasetya Utama yang telah menjadi Wakil Ketua HIMATEK POLBAN periode 2012-2013, yang selalu menemani kemanapun saya bertugas. Jiwa dan Raga nya tidak pernah lelah untuk terus memberikan yang terbaik bagi HIMATEK. Selalu mengingatkan dikala Emosi saya tidak stabil, memberikan ide-ide baru bagi HIMATEK dan selalu ada dikala saya membutuhkan bantuan. Bangga dan Bahagia bisa memiliki wakil seperti anda, Meskipun Wakil ketua jarang ada di Kepengurusan HIMATEK tapi saya merasa kehadiran Wakil Ketua sangat membantu saya. Dan anda adalah Pejuang Perubahan HIMATEK. "Anda membuktikan bahwa wakil Ketua itu seperti Jiwa Kedua Ketua, ketika Ketua pusing dan lelah anda akan menjadi Jiwa kedua yang membangunkan ketua agar kembali bisa bangkit".

3.      Febriyan Ilham M (Sekretaris Jenderal HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Disamping sosok pemikir dan tenang, saya pun membutuhkan seseorang yang mempunyai kecekatan dalam bertugas, mempunyai koordinasi yang baik dan tentunya Ketegasan dalam bertindak. Sehingga pada Saat Diesnatalis KEMA ke-14, Allah memberikan seseorang yang memiliki kriteria diatas. Dialah Febryan Ilham Mulyana yang telah menjadi Sekretaris Jenderal HIMATEK POLBAN Periode 2012-2013, yang selalu siap dan sigap dalam melaksanakan tugas yang saya berikan. Tidak pernah ada kata mengeluh dalam dirinya, yang ada hanyalah bekerja untuk Kemajuan HIMATEK. Sama halnya seperti wakil ketua, dia pun selalu menemani kemanapun saya bertugas. Kekaguman saya terletak pada ketegasan dan kesigapan dia dalam bergerak. Sangat bahagia dan bangga memiliki SekJen seperti anda, meskipun anda terlalu hyperaktif tapi saya merasa anda melakukan tugas anda dengan baik. Selalu mengingatkan dikala saya kesal dan selalu mendengarkan ketika saya memberikan nasehat. HIMATEK bangga melahirkan Kader Seperti anda. "Anda membuktikan ketegasan anda dalam bekerja dan membuktikan bahwa anda adalah Panglima terbaik HIMATEK".

4.      Hana Afifah Rahman (Sekretaris Umum HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Dalam sebuah organisasi dibutuhkan pengarsipan dokumen atau penataan dokumen. Sosok yang memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dalam bertugas, selalu melaksanakan apa yang saya tugaskan, baik dalam hal surat menyurat, merapihkan proposal sampai kepada Laporan Kegiatan. Dialah Hana Afifah Rahman yang telah menjadi Sekretaris Umum HIMATEK POLBAN periode 2012-2013, yang selalu ada disaat saya membutuhkan hal-hal yang bersifat administratif. Cepat dan tuntas dalam melaksanakan tugas apapun, meskipun sibuk juga dalam membantu divisi Infokom HIMATEK maupun divisi PSDM HIMATEK beliau tetap melaksanakan tugasnya sebagai sekretaris umum dengan baik. Bangga dan Bahagia bisa berjuang bersama dalam membenahi HIMATEK ini. Anda pun sering menjadi pendengar yang baik ketika saya menceritakan keluh kesah di HIMATEK. Semoga Allah membalas semua yang telah anda lakukan selama kepengurusan ini. "Anda memperlihatkan kepada semua orang bahwa seberat apapun tugas yang diberikan, anda tetap melakukannya dengan sepenuh hati".

5.      Yunita Eka Saputri Nala (Bendahara Umum HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Keuangan merupakan hal fundamental dalam sebuah organisasi dan dibutuhkan seseorang yang tegas, teliti dan tekun dalam menjalankannya. HIMATEK masih belum stabil dalam hal keuangan dan ketika itu saya membutuhkan seseorang yang bisa membuat keuangan HIMATEK kembali stabil. Dialah Yunita Eka Saputri Nala yang telah menjadi Bendahara Umum HIMATEK POLBAN periode 2012-2013, yang selalu bekerja tepat waktu dan melaksanakan tugasnya sebagai bendahara dengan baik. Hari ini keuangan HIMATEK kembali stabil bahkan kita bisa memberikan modal kepada pengurus selanjutnya. Kecekatan dan ketegasan anda dalam melakukan tugas membuat semua bendahara tiap kelas menjadi sadar bahwa uang kas HIMATEK merupakan kebutuhan bersama. Bahagia dan Bangga bisa berjalan bersama dalam lintasan perjuangan yang memiliki banyak tantangan ini. Anda pun termasuk bendahara yang sangat bijak dan tekun dalam melaksanakan tugas. Semoga Allah membalas semua yang telah anda berikan pada HIMATEK ini. "Anda membuktikan bahwa HIMATEK ini bisa menjadi Organisasi Mandiri dan memperlihatkan tentang bagaimana seharusnya seorang bendahara bertugas".

6.      Kamalul Hasan (Koor Inventaris HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Salah satu sahabat saya yang selalu menginspirasi, selalu tekun dalam melaksanakan tugasnya. Suka bercanda namun tegas dalam bertugas. Dialah Kamalul Hasan yang telah menjadi Koor Inventaris HIMATEK POLBAN periode 2012-2013. Anda telah membuat Sekretariat Himatek menjadi lebih nyaman dan semua anggota HIMATEK merasakannya. Sangat Bahagia dan bangga bisa berjuang bersama anda, semoga ketegasan anda dalam bekerja akan terwariskan pada koor inventaris selanjutnya dan Semoga Allah membalas semua keringat, harta, dan semuanya yang telah anda berikan pada HIMATEK. "Anda membuktikan ketegasan dalam bekerja sehingga menciptakan kenyamanan bagi semua anggota HIMATEK dan itu TERBUKTI".

7.      Teguh Taufiqurohim (Ketua Divisi Rohis HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Seseorang yang santai, ceria dan menyenangkan. Menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan, keceriaan dan tidak pernah mengeluh dalam pelaksanaannya. Kapasitasnya mengenai keislaman sangatlah luar biasa, sehingga Allah memberikannya dia amanah. Dialah Teguh Taufiqurohim yang telah menjadi Ketua Divisi Rohis HIMATEK POLBAN periode 2012-2013, yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan membuat suasana HIMATEK menjadi lebih tenang dan damai. Bahagia dan Bangga mempunya partner kerja seperti anda, tidak pernah mengeluh dan selalu mengingatkan saya ketika ruhiyah ini turun. Semoga Allah membalas semua kerja-kerja anda, membalas semua kebaikan yang telah anda berikan kepada HIMATEK. "Anda telah memberikan tauladan yang nyata pada seluruh anggota HIMATEK dan membuktikan bahwa setiap amanah yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran".

8.      Doddy Jatnika (Ketua Divisi Olahraga HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Kuat, Tegar dan kalem. Kriteria ini lah yang saya butuhkan untuk membantu saya dalam kepengurusan 2012-2013. Cepat dalam menanggapi setiap instruksi yang saya berikan dan sigap dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dia sangat paham terkait dengan wawasan keolahragaan dan mudah berbaur dengan yang lainnya. Dialah Doddy Jatnika yang telah menjadi Ketua Divisi Olahraga HIMATEK POLBAN periode 2012-2013, yang telah melaksanakan tugasnya dengan cepat dan tepat. Selalu ceria dalam melaksanakan kerja-kerjanya dan tidak pernah sedikitpun mengatakan kata "lelah" dalam kepengurusan ini. Bangga dan bahagia bisa berjuang bersama anda, anda mengajarkan saya untuk tenang dalam mengambil keputusan dan selalu ikhlas dalam melaksanakan tugas-tugas. Semoga Allah membalas semua yang telah anda berikan kepada HIMATEK. HIMATEK bangga memiliki Ka.Div seperti anda. "Anda memperlihatkan keceriaan ketika bekerja dan terus bersemangat untuk meraih cita-cita yang agung dalam bidang Olahraga".

9.      Mira Rahmi F (Ketua Divisi PSDM HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Setiap tugas yang diberikan kepada nya, selalu dia lakukan dengan senang hati dan penuh tanggung jawab. Dia seorang perempuan yang menjabat sebgai pemimpin. Kerjanya sangat cepat, tepat dan penuh dengan inovasi. Dialah Mira Rahmi Fauziyyah yang telah menjadi Ketua Divisi PSDM HIMATEK POLBAN periode 2012-2013. Selalu ceria dalam melaksanakan tugasnya dan tidak pernah mengeluh. pada hari ini pun merupakan hari yang berbahagia baginya, Umurnya sudah menginjak 20 tahun dan semakin dewasa untuk menjadi seorang wanita yang tegar. Bahagia dan Bangga bisa berjuang bersama dalam mengurus HIMATEK satu tahun ini. Terimakasih juga atas nasehat-nasehat yang telah diberikan. Meskipun divisi ini baru berumur 2 tahun, tapi kinerja nya sudah sangat baik. "Anda membuktikan bahwa ketika sudah berkomitmen untuk melakukan tugas maka lakukan lah sesuai dengan kemampuan".

10.  Yudha Fitriansyah (Ketua Divisi Seni & Budaya HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Sosok yang selalu mengedepankan keceriaan, canda dan tawa yang selalu dia perlihatkan setiap harinya. Senang bernyanyi dan sangat menyukai seni. Tingkat kreativitasnya sangat tinggi, tidak mudah menyerah dan selalu cepat ketika tugas diberikan. Maka dari itu, Allah memberkannya dia amanah untuk memajukan sebuah elemen yang ada dalam organisasi besar di polban. Dialah Yudha Fitriansyah yang telah menjadi Ketua Divisi Seni & Budaya HIMATEK POLBAN periode 2012-2013 yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, menyelesaikan semua warisan permasalahan dan banyak inovasi dalam kepengurusan ini sehingga anggota HIMATEK nyaman khususnya keceriaan selalu ada pada diri anggota Senbud. Bahagia dan Bangga bisa berjuang bersama anda. Tidak terasa satu tahun ini kita telah menorehkan sejarah baru bagi HIMATEK. Semoga Allah membalas semua yang telah anda berikan kepada HIMATEK. "Anda membuktikan ketegasan dalam bertugas. dan ketegasan itu tidak anda buktikan dengan kekerasan tapi dengan senyuman dan kelembutan"

11.  Khoirul Nurasiah H (Ketua Divisi Infokom HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Sosok wanita yang sangat tegar, mempunyai cita-cita yang tinggi dan tutur katanya sangat baik. Allah memberikannya dia amanah untuk membawa sebuah organisasi ini handal dalam bidang informasi dan komunikasi. Dialah Khoirul Nurasiah Herningrum yang telah menjadi Ketua Divisi Informasi dan Komunikasi HIMATEK POLBAN periode 2012-2013, yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, selalu ceria dan ikhlas dalam menjalankannya. Bangga dan Bahagia bisa berjuang bersama anda dalam membangun sistem informasi dan komunikasi HIMATEK. Semoga kedepannya INFOKOM HIMATEK menjadi lebih maju. Semoga Allah membalas semua yang telah anda berikan pada HIMATEK. "Anda membuktikan bahwa hal yang perlu dilakukan pertama kali dalam memimpin adalah memberikan kenyamanan bagi anggota".

12.  Erni Damayanti (Ketua Divisi Pendidikan HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Satu lagi sosok wanita yang memiliki semangat yang sangat menggelora dalam membangun intelektual anggota HIMATEK. Selalu bekerja dengan sepenuh hati dan tidak gampang menyerah. Dialah Erni Damayanti yang telah menjadi Ketua Divisi Pendidikan HIMATEK POLBAN periode 2012-2013 yang selalu memberikan ide-ide bagi HIMATEK dan membantu saya dalam menjalani kepengurusan ini. Bahagia dan Bangga bisa berjuang bersama anda, anda adalah sosok inspiratif bagi kaum wanita khususnya bagi anggota wanita HIMATEK. Sosok pekerja keras dan penuh dengan kesabaran dalam menjalani kepengurusan ini. " Anda memperlihatkan kepada semua anggota HIMATEK tentang arti kerja keras, kesabaran dan keikhlasan dalam membangun HIMATEK".

13.  Ryan Febrianto (Ketua Divisi Wirausaha HIMATEK POLBAN 2012-2013)
Seorang laki-laki yang mempunyai visi besar, orangnya selalu memberikan keceriaan bagi orang banyak dan orangnya sangat simple dan tutur katanya pun selalu diingat oleh orang" yang mendengarkannya. Selalu ceria dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan, sehingga Allah memberikannya dia amanah untuk memimpin sebuah elemen dalam organisasi yang bersifat kewirausahaan yang merupakan pusat keuangan organisasi tersebut. Dialah Ryan Febrianto yang telah menjadi Ketua Divisi Wirausaha HIMATEK POLBAN periode 2012-2013, yang telah mengerjakan amanah nya dengan begitu baik. pekerja keras dan tidak pernah mengeluh. Bahagia dan Bangga bisa berjuang bersama anda dalam membangun finansial HIMATEK yang lebih baik. Semoga Allah membalas semua yang telah anda berikan pada HIMATEK. HIMATEK merindukan sosok seperti anda. "Anda mengajarkan saya sesuatu tentang bagaimana membuat orang-orang yang ada di sekitar anda bahagia meskipun perasaan anda sedang tidak bahagia".

14.  Tito Aldila Putra (Ketua Angkatan 2011 HIMATEK POLBAN)
Seorang pemimpin yang selalu melayani anggotanya dengan penuh kesabaran, adil dan selalu memberi pada anggotanya. Cintanya sangat besar pada anggotanya, orangnya sangat senang berbaur tidak pernah mengeluh tentang tugas-tugasnya. Dialah Tito Aldila Putra Sang Ketua Angkatan 2011 HIMATEK POLBAN. Sungguh bahagia dan bangga mempunyai Kaang seperti anda, selama satu tahun kepengurusan saya, anda selalu mendukung saya, menasehati saya dan menghibur saya. Anda merupakan sosok yang luar biasa bagi 2011. Terimakasih banyak ketua angkatanku, saya merasakan kekeluargaan dan kebersamaan itu. Tidak terasa sbentar lagi saya akan berhenti menjadi Ketua tapi saya tidak akan pernah berhenti menjadi HIMATEK. Terimakasih Tito Aldila Putra, Kuatkan kembali angkatan 2011.

15.  Sandi Tri Utama (Ketu Pelaksana Chemfest 2013 dan PHBD POLBAN 2013)

Seseorang yang mudah berbaur, sangat ceria dan selalu mendahulukan membantu orang lain. Kesederhanaannya yang menjadikan dirinya begitu dihormati oleh semua orang dan dibuktikan oleh kerja nya yang sangat baik. Ia lakukan dengan sepenuh hati agar dapat bermafaat bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Dialah Sandi Tri Utama K yang telah menjadi Ketua CHEMFEST 2013 HIMATEK POLBAN dan Ketua PHBD POLBAN 2013, sungguh luar biasa dedikasi anda untuk HIMATEK dan POLBAN. Bekerja dengan penuh keikhlasan dan bahagia sekali bisa bekerja bersama anda. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapat. Meskipun anda Tidak menjadi pengurus INTI HIMATEK tapi anda akan menjadi salah satu pejuang revolusioner HIMATEK.Teruskan Karya-karya anda, HIMATEK merindukan sosok seperti anda. 

Keceriaan dan Kehangatan Dalam perjalanan menuju tempat yang “Indah dan Unik”

1 jam menjelang magrib, saya masih berada dalam bus dari purwokerto menuju wonosobo dan tepat pukul 18.40 saya telah menginjakan kaki di kabupaten yang terdapat dua gunung berapi di sebelah timurnya dan bagian utara nya berbatasan dengan kawasan dataran tinggi dieng. Di kabupaten wonosobo inilah, aku mendapatkan pengalaman dan pelajaran baru mengenai indahnya beradab dan hangatnya berbagi. Tujuanku sebenarnya adalah menuju dieng dan aku harus menggunakan kendaraan umum lagi dari wonosobo. Metromini adalah salah satu kendaraan umum yang masih tersisa untuk aku tumpangi dan ternyata metromini adalah metromini terkahir yang menuju dieng. Tanpa ragu aku langsung masuk ke metromini tersebut. Alhasil, ternyata tempat duduk yang kosong di metromini tersebut tersisa di bagian belakang dan saya pun langsung saja duduk karena tidak ada lagi pilihan. Di kursi belakang sudah duduk terlebih dahulu dua orang nenek yang sedang meminum teh dalam sebuah plastik. Mereka berdua sudah menunggu lama dalam metromini tersebut dan terus berbincang dalam bahasa jawa yang memang saya tidak mengerti. Seketika salah satu dari mereka menengok ke arah saya dan bertanya “darimana?”, langsung saja saya jawab “dari bandung bu” dan si nenek itu langsung membalikkan badan ke arah nenek yang satu lagi sambil tertawa bahagia ketika saya menjawab “dari bandung”. Aku pun bingung kenapa kedua nenek tersebut tertawa dan tersenyum, aku pun hanya bisa tersenyum sambil bingung harus bagaimana. Hehe
            Nenek itu pun bertanya lagi, “mau kemana?”, jawab saya “mau ke dieng”, nenek itu pun langsung meresponnya “dieng? (sambil tersenyum)”, saya pun cepat menjawab pertanyaan tersebut “iya”. Ternyata si nenek tersebut kali ini melontarkan pertanyaan yang unik, “sunda ya?’, jawab saya “iya nek” dan kali ini saya benar-benar bingung, si nenek malah tertawa bahagia sambil memegang teh manis yang ada di plastiknya. Setelah puas tertawa, sang nenek pun mencoba berbicara dengan bahasa sunda untuk bisa melakukan pembicaraan yang enak dengan saya. Sekarang giliran saya yang tertawa tertahan karena sang nenek sangat lucu ketika berbicara memakai bahasa sunda. Meskpin sudah berusia lanjut, kedua nenek ini sangat terlihat ceria sekali, selalu tersenyum ketika aku ajak bicara atau bahkan tertawa bersama dengan saya ketika ada hal lucu yang memang aku dan sang nenek pahami bersama. Ternyata sang nenek akan menuju desa batur, yaitu desa yang berada di ujung kawasan dataran tinggi dieng. Sang nenek terus bercerita tentang kisahnya dulu masih kanak-kanak, ternyata sang nenek pernah tinggal di bandung dan mempunyai menantu orang subang. Pantas saja sang nenek bisa sedikit-demi sedikit berbahasa sunda, meskipun sangat lucu ketika dilantunkan. Setiap hari sang nenek harus pulang sore menjelang malam dari wonosobo menuju dieng. Kedua nenek itu tetap ceria meskipun suasana dalam metromini sangatlah sesak dan bahkan bisa membuat kepala pusing atau bisa juga membuat badan menjadi pegal. Tapi kedua nenek ini tetap berbincang dengan penuh candaan, berbagi cerita dan ketegarannya terlihat dari sorot matanya meskipun sudah usia lanjut tapi kedua nenek tersebut tetap menghormati orang-orang di sekitarnya, tetap menebar senyum dan memberikan kehangatan bagi setiap insan yang berbincang dengannya.


-Di dalam metromini dari Wonosobo menuju Dieng-

Mungkinkah mereka Putra-Putri harapan bangsa?

Langit yang gelap yang memberikan tetesan air pada hari itu menjadikan suasana semakin dingin ditemani oleh hembusan angin yang membuat tubuh setiap orang harus menggunakan mantel. Pada hari itu, aku sedang menuju sebuah tempat indah yang sedang hangat dibiarakan oleh orang banyak, tempat yang memiliki aliran air yang selalu dirindukan oleh para pengunjung yang telah mendatanginya, memiliki panorama alam yang begitu menyejukkan mata dan hati, namun sepanjang jalan menuju tempat tersebut memiliki keunikan tersendiri. Perjalanan awal yaitu dari Terminal Pasar Antri Baru Cimahi menuju Cililin yang ditempuh menggunakan angkot selama 2 jam. Perjalanan yang sangat melelahkan, namun itu semua belum selesai, aku harus naik kendaraan umum lagi yaitu metromini ke arah Bunijaya. Ketika duduk di metromini tersebut, aku merasakan bahwa aku akan memasuki desa yang begitu indah kehidupannya, sejuk udaranya dan ramah orang-orang nya. Bahagia sekali ketika membayangkan itu di dalam metromini, namun ketika ada penumpang lain masuk, seluruh tubuh saya terdiam dan mata yang tadinya akan aku pejamkan menjadi terbuka kembali. Ternyata penumpang itu adalah sekelompok anak-anak SMP yang pulang dari sekolah nya untuk menuju rumahnya masing-masing menggunakan metromini yang sama denganku. Yang menjadi kekaguman dan keharuan adalah wajah-wajah mereka ketika naik metromini tersebut, meskipun hujan menerjang mereka tetap dengan senang hati dan dengan wajah yang penuh harapan pergi ke sekolah yang menjadi harapan mereka untuk bekal di masa depan. Mereka saling memahami, laki-laki nya mengalah untuk duduk di atas metromini dan membiarkan perempuannya untuk masuk metromini. Mereka rela meskpin mereka hanya duduk di atas metromini bahkan sampai ada yang berdiri di besi belakang metromini. Mata ini berkaca-kaca ketika itu terjadi, putra-putri bangsa yang hidup di pedalaman desa yang masih semangat untuk bersekolah. Meskipun hujan besar, gerimis dan panasnya terik matahari mereka tetap melangkah untuk melakukan kewajiban mereka sebagai warga Negara Indonesia. Ketika melihat kondisi putra-putri bangsa yang berada di kota-kota besar sebagian besar mereka malah menyepelakan hal ini, pergi dari rumah izin ke orang tua untuk pergi ke sekolah namun wujudnya tidak ada di sekolah. Pemandangan yang sangat langka yang aku temui di metromini tersebut dan apakah putra-putri yang berada di desa pedalaman itu adalah putra-putri harapan bangsa? Aku yakin mereka mempunyai Cinta yang sangat besar untuk bangsa ini sehingga suatu saat nanti mereka akan menjadi orang-orang terdepan untuk memperbaiki bangsa ini. Tetap semangat adik-adikku yang sedang menuntut ilmu meskipun kalian berada di pedalaman desa yang sulit dijangkau.

-Perjalanan dari Cililin menuju Bunijaya menggunakan Metromini- 

Senin, 24 Februari 2014

Rumah Pertama

            Karawang merupakan nama sebuah kabupaten yang bagi saya memiliki nilai historis yang begitu besar. Ketika saya masih berada dalam perut ibu sampai pada saatnya saya keluar dari perut ibu saya, Kabupaten ini lah yang menjadi saksi akan kelahiran saya. Tidak hanya kelahiran saya, tetapi kedua adik saya pun lahir di kabupaten yang termaktub dalam puisi Chairil Anwar. Rumah pertama ini memang bukan milik ayah saya, akan tetapi rumah ini adalah rumah yang kakek saya pinjamkan untuk dihuni sementara oleh keluarga saya. Maka dari sinilah perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi keluarga besar yang hidup mandiri, berbagi pada sesama dan taat pada Allah SWT.
            Ayah yang berprofesi sebagai guru Matematika dan Ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Kami selalu diajarkan membaca Al-Quran selepas salat magrib oleh ibu dan terkadang ayah pun selalu membawa kan makanan ringan setelah pulang dari tempat kerjanya. Ayah selalu menceritakan hal-hal yang lucu dan ketika itu umurku 5 tahun. Aku selalu diantarkan oleh ibu untuk menuju Taman Kanak-kanak dan ibu selalu membawa serta mnyuapi aku makanan terbaiknya. Sampai saatnya aku akan lulus dari TK, ibu dan ayah menyuruhku untuk menjadi pengantin laki-laki di acara perpisahan. Aku tidak mau dan kedua orang tuaku terus membujukku hingga pada akhirnya aku pun bersedia. Kenangan yang indah saat berada di rumah pertama ini, rumah yang memiliki halaman kebun yang luas serta udaranya yang begitu mesra menyapa di setiap harinya.

            Rumah Pertama yang menjadi langkah awal perjuangan untuk tetap menjalani kehidupan ini dan memahami tentang arti keharmonisan dalam berumah tangga.