Sudah hampir delapan
bulan, aku berada di sebuah bangunan yang kokoh dan identik dengan cat berwarna
kuning kecoklat-coklatan. Di dalam nya terdapat tiga unit sepeda motor dan satu
unit sepeda yang setiap harinya digunakan untuk menemani aktivitasnya sehari-hari.
Sepatu dan sandal yang tersedia pun ditata begitu rapi oleh orang-orang di
dalamnya bahkan sering juga para penghuninya bertukar sendal atau dalam bahasa
lainnya meminjam sendal satu dengan lainnya. Di dalam bangunan dihuni oleh lima
orang lelaki yang tempat kuliahnya sama, satu organisasi dan tentunya memiliki
selera humor yang tinggi. Pagi, siang bahkan sampai malam obrolan kita tidak
pernah habis menceritakan hal-hal yang bersifat “membully”, cerita konyol atau
bahkan cerita tentang teman-teman di kampus ataupun dosen yang mengajar. Ketika
ada masalah kita sering membicarakannya bersama, berkumpul di ruang TV atau di
kamar salah satu dari kita. Oh iya, para penghuni ini juga berbeda angkatan,
tiga orang angkatan 2011 dan dua orang angkatan 2012. Kemudian, dikarenakan
kita satu organisasi yang sama maka sering kali kita berdiskusi mengenai
organisasi itu, membicarakan masa depannya dan mencoba meneritakan cita-cita
nya untuk organisasi tersebut. Organisasi tersebut tentu saja HIMATEK POLBAN.
Namun ada yang berbeda semenjak bulan februari 2014
hadir, dua orang dari angkatan 2011 harus menuntaskan tugas akademiknya yaitu
Kerja Praktek. Satu orang ke palembang dan satunya lagi ke bogor. Bangunan yang
setiap harinya selalu bergemuruh kali ini sunyi seperti berada di sebuah telaga
yang tersembunyi di dalam gua. Tetapi langit yang berada di atas bangunan ini
tetap tersenyum indah dengan warna birunya yang begitu cerah dan ketika berada
di lantai tiga dari bangunan ini akan jelas terlihat bagaimana indahnya langit
sang Khaliq, ditambah pemandangan pesantren yang identik dengan warna hijaunya.
Akan tetapi langit itu akan semakin indah jika kita semua berkumpul kembali
baik di runagan TV ataupun di kamar salah satu diantara kita dan bersama-sama
menikmati sejuk nya udara di lantai teratas bangunan ini. Menyajikan surabi dan
secangkir kopi hangat menikmati hijaunya dedaunan, putihnya awan dan tingginya
toa pesantren. Kicauan kita setiap waktu seakan tiada di bulan februari ini dan
hanya kicauan burung yang menyambut indahnya pagi hari. Namun semua itu tidak
akan berlangsung lama karena sebentar lagi dua orang itu akan kembali ke
bangunan yang menjadi tempat bermunajat dan mengerjakan berbagai tugas akademik
maupun organisasi. Sebentar lagi yang terdengar tidak hanya kicauan burung tapi
kicauan dari para penghuni pun akan mengiringi merdunya kicauan burung dan
langit biru pun mungkin bisa berubah menjadi mendung namun pada akhirnya
pelangi itu akan tiba menghiasi hari-hari para penghuni bangunan yang akan
menjadi sejarah organisasi yang kita cintai. Disinilah awal dari ikatan yang
tidak akan pernah putus dan hangatnya berbagi risalah kehidupan.
-Cerahnya Pagi di
Markas Besar HIMATEK POLBAN-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar