Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Jumat, 28 Februari 2014

Kicauan Burung dan Langit Biru

Sudah hampir delapan bulan, aku berada di sebuah bangunan yang kokoh dan identik dengan cat berwarna kuning kecoklat-coklatan. Di dalam nya terdapat tiga unit sepeda motor dan satu unit sepeda yang setiap harinya digunakan untuk menemani aktivitasnya sehari-hari. Sepatu dan sandal yang tersedia pun ditata begitu rapi oleh orang-orang di dalamnya bahkan sering juga para penghuninya bertukar sendal atau dalam bahasa lainnya meminjam sendal satu dengan lainnya. Di dalam bangunan dihuni oleh lima orang lelaki yang tempat kuliahnya sama, satu organisasi dan tentunya memiliki selera humor yang tinggi. Pagi, siang bahkan sampai malam obrolan kita tidak pernah habis menceritakan hal-hal yang bersifat “membully”, cerita konyol atau bahkan cerita tentang teman-teman di kampus ataupun dosen yang mengajar. Ketika ada masalah kita sering membicarakannya bersama, berkumpul di ruang TV atau di kamar salah satu dari kita. Oh iya, para penghuni ini juga berbeda angkatan, tiga orang angkatan 2011 dan dua orang angkatan 2012. Kemudian, dikarenakan kita satu organisasi yang sama maka sering kali kita berdiskusi mengenai organisasi itu, membicarakan masa depannya dan mencoba meneritakan cita-cita nya untuk organisasi tersebut. Organisasi tersebut tentu saja HIMATEK POLBAN.
            Namun ada yang berbeda semenjak bulan februari 2014 hadir, dua orang dari angkatan 2011 harus menuntaskan tugas akademiknya yaitu Kerja Praktek. Satu orang ke palembang dan satunya lagi ke bogor. Bangunan yang setiap harinya selalu bergemuruh kali ini sunyi seperti berada di sebuah telaga yang tersembunyi di dalam gua. Tetapi langit yang berada di atas bangunan ini tetap tersenyum indah dengan warna birunya yang begitu cerah dan ketika berada di lantai tiga dari bangunan ini akan jelas terlihat bagaimana indahnya langit sang Khaliq, ditambah pemandangan pesantren yang identik dengan warna hijaunya. Akan tetapi langit itu akan semakin indah jika kita semua berkumpul kembali baik di runagan TV ataupun di kamar salah satu diantara kita dan bersama-sama menikmati sejuk nya udara di lantai teratas bangunan ini. Menyajikan surabi dan secangkir kopi hangat menikmati hijaunya dedaunan, putihnya awan dan tingginya toa pesantren. Kicauan kita setiap waktu seakan tiada di bulan februari ini dan hanya kicauan burung yang menyambut indahnya pagi hari. Namun semua itu tidak akan berlangsung lama karena sebentar lagi dua orang itu akan kembali ke bangunan yang menjadi tempat bermunajat dan mengerjakan berbagai tugas akademik maupun organisasi. Sebentar lagi yang terdengar tidak hanya kicauan burung tapi kicauan dari para penghuni pun akan mengiringi merdunya kicauan burung dan langit biru pun mungkin bisa berubah menjadi mendung namun pada akhirnya pelangi itu akan tiba menghiasi hari-hari para penghuni bangunan yang akan menjadi sejarah organisasi yang kita cintai. Disinilah awal dari ikatan yang tidak akan pernah putus dan hangatnya berbagi risalah kehidupan.

-Cerahnya Pagi di Markas Besar HIMATEK POLBAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar