Langit yang gelap yang
memberikan tetesan air pada hari itu menjadikan suasana semakin dingin ditemani
oleh hembusan angin yang membuat tubuh setiap orang harus menggunakan mantel.
Pada hari itu, aku sedang menuju sebuah tempat indah yang sedang hangat
dibiarakan oleh orang banyak, tempat yang memiliki aliran air yang selalu
dirindukan oleh para pengunjung yang telah mendatanginya, memiliki panorama
alam yang begitu menyejukkan mata dan hati, namun sepanjang jalan menuju tempat
tersebut memiliki keunikan tersendiri. Perjalanan awal yaitu dari Terminal
Pasar Antri Baru Cimahi menuju Cililin yang ditempuh menggunakan angkot selama
2 jam. Perjalanan yang sangat melelahkan, namun itu semua belum selesai, aku
harus naik kendaraan umum lagi yaitu metromini ke arah Bunijaya. Ketika duduk
di metromini tersebut, aku merasakan bahwa aku akan memasuki desa yang begitu
indah kehidupannya, sejuk udaranya dan ramah orang-orang nya. Bahagia sekali ketika
membayangkan itu di dalam metromini, namun ketika ada penumpang lain masuk,
seluruh tubuh saya terdiam dan mata yang tadinya akan aku pejamkan menjadi
terbuka kembali. Ternyata penumpang itu adalah sekelompok anak-anak SMP yang
pulang dari sekolah nya untuk menuju rumahnya masing-masing menggunakan
metromini yang sama denganku. Yang menjadi kekaguman dan keharuan adalah
wajah-wajah mereka ketika naik metromini tersebut, meskipun hujan menerjang
mereka tetap dengan senang hati dan dengan wajah yang penuh harapan pergi ke
sekolah yang menjadi harapan mereka untuk bekal di masa depan. Mereka saling
memahami, laki-laki nya mengalah untuk duduk di atas metromini dan membiarkan
perempuannya untuk masuk metromini. Mereka rela meskpin mereka hanya duduk di atas
metromini bahkan sampai ada yang berdiri di besi belakang metromini. Mata ini
berkaca-kaca ketika itu terjadi, putra-putri bangsa yang hidup di pedalaman
desa yang masih semangat untuk bersekolah. Meskipun hujan besar, gerimis dan
panasnya terik matahari mereka tetap melangkah untuk melakukan kewajiban mereka
sebagai warga Negara Indonesia. Ketika melihat kondisi putra-putri bangsa yang
berada di kota-kota besar sebagian besar mereka malah menyepelakan hal ini,
pergi dari rumah izin ke orang tua untuk pergi ke sekolah namun wujudnya tidak
ada di sekolah. Pemandangan yang sangat langka yang aku temui di metromini
tersebut dan apakah putra-putri yang berada di desa pedalaman itu adalah
putra-putri harapan bangsa? Aku yakin mereka mempunyai Cinta yang sangat besar
untuk bangsa ini sehingga suatu saat nanti mereka akan menjadi orang-orang
terdepan untuk memperbaiki bangsa ini. Tetap semangat adik-adikku yang sedang
menuntut ilmu meskipun kalian berada di pedalaman desa yang sulit dijangkau.
-Perjalanan dari Cililin
menuju Bunijaya menggunakan Metromini-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar