Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Senin, 24 Februari 2014

Rumah Pertama

            Karawang merupakan nama sebuah kabupaten yang bagi saya memiliki nilai historis yang begitu besar. Ketika saya masih berada dalam perut ibu sampai pada saatnya saya keluar dari perut ibu saya, Kabupaten ini lah yang menjadi saksi akan kelahiran saya. Tidak hanya kelahiran saya, tetapi kedua adik saya pun lahir di kabupaten yang termaktub dalam puisi Chairil Anwar. Rumah pertama ini memang bukan milik ayah saya, akan tetapi rumah ini adalah rumah yang kakek saya pinjamkan untuk dihuni sementara oleh keluarga saya. Maka dari sinilah perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi keluarga besar yang hidup mandiri, berbagi pada sesama dan taat pada Allah SWT.
            Ayah yang berprofesi sebagai guru Matematika dan Ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Kami selalu diajarkan membaca Al-Quran selepas salat magrib oleh ibu dan terkadang ayah pun selalu membawa kan makanan ringan setelah pulang dari tempat kerjanya. Ayah selalu menceritakan hal-hal yang lucu dan ketika itu umurku 5 tahun. Aku selalu diantarkan oleh ibu untuk menuju Taman Kanak-kanak dan ibu selalu membawa serta mnyuapi aku makanan terbaiknya. Sampai saatnya aku akan lulus dari TK, ibu dan ayah menyuruhku untuk menjadi pengantin laki-laki di acara perpisahan. Aku tidak mau dan kedua orang tuaku terus membujukku hingga pada akhirnya aku pun bersedia. Kenangan yang indah saat berada di rumah pertama ini, rumah yang memiliki halaman kebun yang luas serta udaranya yang begitu mesra menyapa di setiap harinya.

            Rumah Pertama yang menjadi langkah awal perjuangan untuk tetap menjalani kehidupan ini dan memahami tentang arti keharmonisan dalam berumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar