Pages

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup

Rabu, 19 Maret 2014

Hujan

       Hari ini nampaknya langit memberikan suasana yang berbeda dari sebelumnya. Pagi hari awan gelap mulai bergerombol hadir menutupi cahaya sang mentari. Membuat orang-orang khawatir untuk melaksanakan rutinitasnya karena takut ketika dalam perjalanan ada hal yang menghalangi nya. Lampu lalu lintas baru saja berwarna merah, tiba-tiba tetesan air jatuh dari langit yang tidak begitu gelap. Membasahi tangan, jaket dan juga celana. Memang hanya tetesan tapi ketika jarak yang ditempuh puluhan kilometer hasilnya tetap saja semuanya akan terbasahi dengan air. Akhirnya lampu hijau itu menyala, namun hujan semakin deras. Membuatku harus berteduh di sebuah warung ataupun halte. Hujan membuat semua rencanaku menjadi berantakan. Menggagalkan semua pertemuanku dan janjiku kepada seseorang. Derasnya hujan ini membuat badan ini menggigil kedinginan dan jantung berdetak lebih cepat karena petir yang bergemuruh. Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika hujan turun selain berteduh. Mungkin kamu pun merasakan hal yang sama. Awalnya kita berencana untuk bertemu di sebuah tempat yang indah namun hujan menggagalkannya.
            Padahal aku ingin memberikan sesuatu kepadamu. Namun sepertinya akan tertunda. Aku keluarkan handphone untuk bisa berinteraksi denganmu lewat media sosial yang ada. Hujan membuat suasana menjadi lebih romantis, airnya membuat hati merasa sejuk. Meskipun tidak berinteraksi langsung denganmu, aku yakin Allah telah membuat rencana lain dibalik datangnya hujan. Aku tahu, saat hujan mengguyur kamu sedang menuliskan sebuah nama di kaca jendela rumahmu yang terbasahi oleh air hujan. Begitupun aku sedang menuliskan nama di kaca helm yang terbasahi oleh air hujan dan menceritakannya lewat media sosial favorit kita. Kita saling tertawa dan inilah ceritaku bersamamu dibalik datangnya hujan. Anugerah yang telah Allah berikan.


(Bandung, 19 Maret 2014)

Selasa, 18 Maret 2014

Satu Hari Bersamamu

        Selepas shalat tahajud, ayam yang berada di sekitar rumahku berkokok dengan sangat nyaring. Membuat orang-orang yang ada di dalam rumah terbangun dan dengan cepat bergegas ke toilet untuk berwudhu. Perlahan fajar mulai menyingsing, mulai memperlihatkan keindahan cahayanya. Seluruh makhluk hidup gembira menyambutnya, karena setelah gelap malam semuanya mengharapkan hadirnya matahari. Usai shalat subuh, aku coba menengok ke arah taman kecil yang dibuat oleh ayah untuk memberikan keindahan bagi semua penghuni rumah. Aku teringat bahwa aku mempunyai janji bertemu dengan seseorang di sebuah taman kota. Aku bergegas mandi dan sarapan yang telah ibu buatkan. Motor ku sudah mengkilat dan nyaman dipandang. Saatnya memenuhi janji dan bertemu dengan makhluk spesial itu. Dia adalah sahabatku, perempuan yang sangat baik dan patuh terhadap orang tua nya. Mendirikan shalat adalah hobinya, di sepertiga malam dia rajin sekali untuk bersujud kepada Nya. Berpuasa sunnah adalah hal yang paling di senangi, puasa senin-kamis hingga puasa daud. Hari-harinya selalu diselimuti oleh cahaya-cahaya Nya. Rajin berpakaian rapi, menutupi aurat-auratnya. Meskipun tertutup rapi oleh pakaianmu, bunga edelweis pun kalah kecantikannya oleh dirimu.
            Aku sudah sampai di taman kota, tapi kamu belum datang. Aku tunggu selama beberapa menit dan dari kejauhan terlihat seorang wanita sedang membawa sebuah buku disertai tas yang dipegangnya. Akhirnya kamu datang. Aku tersenyum dan kamu pun tersenyum. Lalu kita duduk di sebuah kursi dan dimulailah perbincangan. Membicarakan mengenai hari-hari yang sudah dilalui dan diselipkan cerita-cerita kocak yang membuat kita saling tertawa. Sudah hampir dua jam kita berbincang, perutku terasa lapar dan memang sudah waktunya makan siang. Karena pada hari itu, kamu pun tidak berpuasa sehingga kita meluncur ke tempat makan yang dekat taman itu. Tempat makan yang terjangkau harganya, nyaman tempatnya agar kita bisa melanjutkan obrolan yang sempat terpotong oleh perut yang lapar. Di waktu sore, aku ingin berjalan-jalan di kota ini. Menikmati udara sore dan panorama senja bersama kamu. Tapi kamu memintaku jangan menggunakan sepeda motor, kamu menginginkanku untuk berjalan kaki. Bagiku tidak menjadi masalah asalkan ada kamu yang menemani setiap langkahku. Melihat bangunan-bangunan kokoh dan pohon-pohon yang berada di sekitar trotoar jalan. Kita pun berteduh sebentar di sebuah pohon yang rindang dan angin menambah kesejukan di sore itu. Menikmati segelas bajigur hangat dan berbagi tawa denganmu.
            Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.30 WIB. Waktu itu merupakan batas waktu maksimal kamu bermain diluar rumah. Tapi aku tidak menyalahkan dirimu ataupun orang tuamu karena aku paham maksud dari semua itu. Aku hanya berterima kasih kepadamu karena telah menemaniku selama satu hari ini. Memberikanku cerita baru mengenai kehidupan dan membuatku paham akan arti mencintai lingkungan. Satu hari bersamamu begitu bahagia, apakah hari esok kita masih bisa bersama? Atau mungkinkah Allah akan memberikan setiap harinya untuk kita jalani bersama ? Kita lihat saja nanti.

(Bandung, 18 Maret 2014)

Jumat, 14 Maret 2014

Sang Aktor Perubahan (Pemuda Muslim)

    Ketika berbicara kata “aktor”, itu berkaitam dengan seseorang yang menjadi pemeran utama dalam sebuah drama ataupun film layar lebar. Dia juga lah yang akan membuat seluruh rangkaian skenario berjalan dengan baik. Namun, pada konteks kali ini tidak akan membahas aktor dalam film-film melainkan akan membahas mengenai perubahan dan untuk membuat sebuah perubahan itupun akan membutuhkan seorang aktor untuk menjadi pemerannya. Siapa aktor perubahan itu ? sejak zaman dahulu aktor-aktor perubahan sudah ada karena aktor perubahan itu adalah seorang pemuda. Tetapi yang Indonesia butuhkan saat ini bahkan dunia butuhkan bukanlah hanya sekedar pemuda akan tetapi pemuda yang mempunyai visi yang jelas dan taat pada agamanya yaitu seorang pemuda islam (pemuda muslim).
Kondisi Pemuda Islam Saat Ini
            Pada abad ini, kondisi pemuda khususnya pemuda indonesia mengalami krisis multidimensi yang sampai saat ini belum teratasi. Itupun termasuk para pemuda muslim. Muncul lah beberapa pertanyaan, berapa banyak pemuda muslim yang datang ke masjid untuk melaksanakan shalat fardu dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat. Berapa banyak pemuda muslim yang menghafal dan mengkaji Al-Quran dan berapa banyak pemuda muslim yang mempelajari ilmu agama Islam. Pemuda muslim saat ini lebih tertarik pada hal-hal yang bisa membuat pikiran dan hati tenang yaitu bermain game, rental PS, dan sebagainya. Dari sisi yang lain, para pemuda dihadapkan dalam masalah pergaulan. Saat ini budaya barat sudah terinternalisasi dalam jiwa pemuda indonesia atau bahkan termasuk jiwa pemuda muslim, sehingga ini berkaitan dengan etika dengan moral pemuda indonesia khususnya pemuda muslim.
Begitu kompleks permasalahan pemuda muslim saat ini, namun di sisi yang lain ada beberapa golongan pemuda muslim yang masih berpegang teguh pada agama islam ini. DI tengah konflik kemanusiaan yang terjadi di palestina, mesir maupun suriah, masih ada beberapa pemuda muslim indonesia yang tergerak hatinya untuk bisa membantu saudaranya yang jauh disana. Mereka membantu dengan segala kemampuan yang mereka miliki, meskipun sebelumnya mereka belum pernah melihat saudara-saudara mereka yang berada di palestina, mesir maupun suriah. Mereka bergerak atas Iman dan ukhuwah. Sungguh luar biasa pemuda muslim yang satu ini dan yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah kita termasuk didalamnya?
Karakteristik Pemuda Muslim
”Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan Kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; Kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sesungguhnya Kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran” (QS. Al Kahfi: 13-14).
Ayat diatas menggambarkan pemuda yang penuh dengan keyakinan, keteguhan hati dan berani mengucapkan kebenaran. Kita mengenal pemuda itu sebagai pemuda kahfi yang bersabar menghadapi resiko yang dia dapat. Pada ayat diatas terdapat tiga kata kunci yang menjadi ciri khas pemuda muslim, diantaranya :
1.      Pemuda muslim memiliki kadar iman yang kuat, keteguhan hati dan keyakinan yang dalam. Tidak ada sedikit pun keraguan di dalam hati mereka mengenai janji Allah. Kekuatan iman lah yang terus mengiringi langkah perjuangannya untuk membela Islam. Mereka yakin bahwa pertolongan Allah sangatlah dekat dan Allah pun memberi mereka petunjuk.
2.      Ketika waktu-waktu luang menghampiri biasanya orang-orang menggunakan waktu itu untuk beristirahat dan bersantai. Namun semua itu kontradiktif dengan pemuda muslim yang seharusnya, karena karakter pemuda muslim tidak biasa dalam keadaan santai dan hanya duduk termenung meratapi permasalahan yang ada. Mereka memiliki motivasi lebih dari yang lainnya, selalu menjadi pemicu keebangkitan disaat yang lain kekurangan motivasi. Mereka selalu mempunyai semangat lebih dan tidak pernah mengeluh dengan kondisi sekarang, mereka terus berjuang untuk mendapatkan ridha Allah SWT.
3.      Pemuda muslim tidak pernah takut dalam memproklamirkan kebenaran. Mereka selalu aktif dalam membela kebenaran meskipun yang mereka hadapi adalah pemimpin zhalim. Keberanian mereka yang mengantarnya menuju pintu perubahan. Mulut meraka akan terus bebicara tentang kebenaran dan tidak akan pernah berhenti oleh ketakutan.
Epilog
            Untuk memulai sebuah perubahan dibutuhkan orang-orang yang berkomitmen terhadap perubahan itu sendiri. Perubahan besar adalah karya akumulatif antar generasi. Orang-orang yang diperlukan dalam membuat perubahan tersebut adalah pemuda muslim karena pemuda muslim memliki tiga karakter yang memang sangat fundamental. Masa depan adalah masa emas pemuda muslim dan saatnya pemuda muslim untuk menjadi aktor perubahan. Umar bin Khattab berkata : “jika aku sedang menghadapi masalah besar, maka yang kupanggil adalah para pemuda”.


(Bandung, 15 Maret 2014)

Keindahan yang Tersembunyi

     Di tengah keramaian kota, orang-orang berjalan hilir mudik untuk menuju tempat tujuannya. Berjalan dengan cepat tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya. Aku meilhat seseoramg yang sedang duduk di taman kota, sedang menunduk dan matanya tertuju pada buku yang dipegangnya. Ketika aku melihat jam, ini sudah pukul 22.00 WIB. Aku coba menghampirinya karena dikhawatirkan  rumah nya jauh sedangkan waktu sudah malam. Ketika aku menghampirinya, dia melihat ke arahku sambil tersenyum malu. Aku coba memberitahunya kalau ini sudah malam dan dia harusnya sudah berada di rumahnya karena dia seorang perempuan. Tapi ternyata, dia mengatakan ingin menikmati udara malam hari, berduaan dengan bintang yang ada dan jenuh dengan kondisi rumahnya. Rambutnya panjang berwarna hitam sekali. Berpakaian bergaya barat dan dia seorang muslim. Aku mencoba berbincang dengannya, menceritrakan tentang apa yang harus dilakukannya untuk menyembunyikan keindahannya. Aku mencoba menengadah ke langit dan hanya ada satu bintang di malam itu. Cuacanya cerah malam itu, bulan pun terlihat utuh.
            Istilah lama coba aku katakan kepadanya. Apakah kamu tahu durian? Buah yang selalu hadir di pasar-pasar tradisional ataupun di sepanjang jalan-jalan kota. Durian itu wangi dan lezat bagi orang-orang yang menyukainya. Tapi durian tidak pernah tumbuh tanpa cangkangnya, dikelilingi oleh duri-duri yang tajam sehingga orang-orang harus berhati-hati dalam mengupasnya. Kalau di supermarket, sering aku lihat durian itu juga dibungkus oleh plastik mengkilat dan harganya tentu lebih mahal. Begitupun dengan mawar, durinya selalu menjaga dari orang-orang jahat. Atau yang lebih indah lagi, bunga edelweis yang tidak ditemukan di dataran rendah. Dia dilindungi oleh pegunungan-pengunungan, oleh terjal nya jalan dan kabut tebal. Hanya orang-orang yang siap menuju pegunungan yang bisa melihat nya. Durian, mawar dan edelweis menyunbunyikan keindahannya dengan memberikan perlindungan yang dimilikinya dan hanya-hanya orang yang siap yang bisa melihatnya, memegangnya dan membawanya.
            Perempuan itu tertunduk dengan buku yang tadi dibacanya ditutup dengan rapat. Suasana menjadi hening. Aku dan perempuan itu kembali menghadap ke langit. Aku berkata kembali. Akhir-akhir ini banyak kasus-kasus kriminalitas yang menyudutkan nama kaum perempuan. Kasus pembunuhan, kasus pemerkosaan atau kekerasan. Coba kamu belajar seperti bunga dan buah yang aku sebutkan tadi. Aku tidak tahu apakah kamu itu tahu bahwa dirimu ini cantik atau tidak. Kamu tidak ingin kan kasus kriminal yang terjadi sekarang-sekarang ini menimpamu ? berpakaian rapih lah, meskipun itu sulit. Tutup lah rambutmu itu dengan selembar kain yang memang kamu sukai. Semua itu semata-mat untuk melindungimu sekarang ini dan sampai nanti. Jangan hanya berharap pada pacar atau suami, karena kamu pun punya aktivitas yang tidak setiap saat suami atau pacar itu berada disampingmu. Kamu harus menyembunyikan keindahan-keindahanmu itu, lindungi keindahanm itu. Jangan sampai orang-orang dengan mudah melihat keindahanmu. Jadilah seperti edelweis yang hanya dapat dilihat langsung oleh orang-orang yang mau mendaki pegunungan. Begitupun kamu, jadilah perempuan yang hanya dapat diliha keindahannya oleh seorang laki-laki yang siap meminangmu. Maka jadikanlah pendampingmu itu sebagai orang pertama dan terkahir yang mengetahui keindahanmu.
            Malam semakin larut, dia tersenyum dan aku pun tersenyum. Aku beranjak berdiri dari kursi itu dan perempuan itu pun mulai mendekat pada sepeda motornya. Perempuan itu mengatakan “meskipun aku tidak tahu diriku ini cantik atau tidak, tapi keindahan-keindahan lain yang ada pada diriku akan aku mulai lindungi oleh kekuatan diriku sendiri meskipun nanti aku memiliki seorang pendamping”. Perempuan itu mulai menyalakan motornya dan perlahan pergi meninggalkan taman kota dan aku. Aku pun kembali menatap langit danternyata ada dua bintang sekarang. Indah sekali. Tapi ketika aku beranjak pulang, buku perempuan tadi tertinggal di kursi taman itu. Ternyata itu adalah buku tentang menjadi muslimah yang dirindukan surga. Subhanallah. Aku bawa saja buku itu dan akan kusimpan buku itu di kamar kos ku. Siapa tahu dia adalah nama yang cocok dengan nama yang sudah Allah persiapkan di langit Nya. Wallahu’alam.

(Bandung, 15 maret 2014)

Kamis, 13 Maret 2014

SEPENGGAL SEJARAH HIMATEK POLITEKNIK CIWARUGA – POLITEKNIK NEGERI BANDUNG (Ditulis Saat Bulan Ramadhan 2013)

Filosofi Lambang









     Lambang HIMATEK dibuat oleh Meindra (angkatan 1989), beliau adalah   Ketua II Senat Mahasiswa POLI-ITB pada tahun 1990. Sedangkan Lambang HIMATEK dari tahun 1987-1988 menggunakan logo seperti Tut Wuri Handayani yang dibuat oleh sang Pendiri yaitu Dewo P Rahardjo (angkatan 1987). Berikut ini penjelasan dari lambang HIMATEK :
·         Warna hijau : melambangkan mahasiswa baru teknik kimia yang mengindikasikan bahwa generasi baru adalah generasi harapan.
·         3 Labu : Merupakan lambang Teknik Kimia Internasional di era 70an dan 80an.
·         Warna merah marun : melambangkan bahwa mahasiswa teknik kimia telah sah menjadi anggota HIMATE
·         Tulisan HIMATEK POLBAN mulai dituliskan sekitar tahun 1999 – sekarang, sedangkan dari tahun 1989 – 1998 tulisan itu bernama HIMATEK Politeknik Ciwaruga.

1.      Sejarah HIMATEK
Jurusan teknik kimia didirikan pada tahun 1987 dan menjadi jurusan ke-4 yang berdiri di Politeknik ITB. Dengan didirikannya jurusan teknik kimia, maka para mahasiswa jurusan teknik kimia membuat sebuah wadah yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mahasiswa yang bernama HIMATEK (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia) yang didirikan oleh Dewo P Rahardjo (angkatan 1987), pada tanggal 8 Agustus 1987 di Politeknik ITB dan ketua HIMATEK pertama bernama Asep Ahmad Suja’i (angkatan 1987). Tanggal 8 Agustus diputuskan melaui hasil konsesus antara alumni HIMATEK dan Pengurus inti HIMATEK pada tahun 2008. Dahulu, Himatek bernama Himatek Politeknik Ciwaruga dengan alasan mereka (mahasiswa teknik kimia) tidak mau dibawah ITB, Sehingga dari tahun 1989-1998 Himatek bernama Himatek Politeknik Ciwaruga yang kemudian dirubah namanya setelah Poli-ITB berubah nama menjadi Polban. Disinilah dimulainya organisasi kemahasiswaan teknik kimia yang dikemudian hari organisasi ini bisa berkembang dan maju.
Himatek Polban adalah organisasi yang bersifat dinamis dan terbuka. Ini berarti organisasi ini selalu mengikuti perkembangan zaman dan menganut sistem demokrasi. Himatek merupakan Organisasi yang berlandaskan kekeluargaan. Adapun beberapa tujuan Himatek Polban, diantaranya :
1.   Mempersatukan seluruh anggota HIMATEK POLBAN
2.   Menumbuhkembangkan anggota HIMATEK POLBAN agar mempunyai sikap peka dan peduli terhadap perubahan di lingkungan masyarakat
3.   Membentuk dan mempererat rasa kekeluargaan antar angoota HIMATEK POLBAN dan lingkungan sekitarnya

AD/ART merupakan undang-undang dasar dalam setiap organisasi dan didalamnya memuat semua peraturan-peraturan yang harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh suatu organisasi. Himatek pun memiliki AD/ART sejak awal berdiri, namun pada kepengurusan 1994-2002 keberadaan AD/ART Himatek dipertanyakan. Seiring berjalannya waktu, pada kepengurusan 2004-2005, AD/ART Himatek disusun kembali sehingga dihasilkan AD/ART unutk Himatek dan untuk Majelis Tinggi Himatek. Pada kepengurusan ini juga Mars dan Hymne Himatek diciptakan. Pencipta Hymne Himatek adalah Tika (angkatan 2003) dan pencipta mars Himatek adalah Krisna Irawan (angkatan 2004). 

Deskripsi Perjalanan Kepengurusan
·      Kepengurusan 1987-1988 (kepengurusan angkatan 1987)
Pada kepengurusan pertama ini, HIMATEK dipimpin oleh Asep Ahmad Suja’I sebagai Ketua Umum, dengan struktur kepengurusan sebagai berikut :
1.      Ketua I bagian Internal Operation, yang membawahi Sekretaris organisasi & administrasi, sumber daya manusia dan bendahara
2.      Ketua II bagian External Relationship yang membawahi Humas dan Industrial relationship.
Pada kepengurusan ini, jumlah anggota HIMATEK sebanyak 48 orang. Karena ketika itu setiap angkatan maksimal berjumlah 24 orang dan sang pendiri pun aktif di Senat Mahasiswa. Ketika itu sistem kaderisasi nya masih sangat keras ditambah adanya wajib militer kurang lebih selama 3 bulan, sehigga masih sedikit kegiatan yang dilakukan oleh HIMATEK.

·         Kepengurusan 1989-1991 (kepengurusan angkatan 1988 dan 1989)
Setelah kepengurusan pertama selesai, maka dilakukan serah terima jabatan kepada ketua selanjutnya yang berasal dari angkatan 1988, dan terpilihlah Kicky Kusteja Ilyas sebagai ketua HIMATEK yang baru. Sama halnya dengan kepengurusan sebelumnya, kegiatan HIMATEK masih di dominasi dengan kegiatan kaderisasi yang terdapat unsur militerisasi. Berdasarkan data yang diperoleh, pada kepengurusan ini mulai adanya kegiatan yang lain seperti olahraga dan kerohanian. Untuk struktur kepengurusan tidak jauh berbeda dengan kepengurusan sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, kepengurusan periode 1989-1990 pun selesai namun tidak terjadi estafet kepengurusan dari angkatan 1988 ke angkatan 1989 sehingga Ketua HIMATEK masih dijabat oleh Kicky Kusteja Ilyas dan sampai sekarang masih belum diketahui mengapa kang Kicky menjabat dua tahun sebagai kahim. Ini membuat kepengurusan periode 1990-1991 sedikit kegiatan yang dilakukan oleh HIMATEK bahkan seolah-olah Himatek vacum kegiatan dan sampai angkatan 1988 di wisuda masih belum ada serah terima jabatan kepada angkatan 1989 yang pada intinya tidak ada file atau dokumen yang diserahkan kepada angkatan 1989.
Dibalik kekurangan kepengurusan ini terdapat suatu kelebihan yang menjadi tinta emas dalam sejarah Himatek. Lambang Himatek dibuat oleh Meindra dari angkatan 1989, beliau menjadi Ketua II senat mahasiswa Poli-ITB ketika itu. Beliau merubah lambang Himatek yang pertama dibuat oleh Dewo karena lambang pertama itu seperti Tutwuri Handayani yang masih mengandung unsur-unsur kejawaan, daerah dan agama serta tidak futuristik. Inilah yang menjadi kebanggaan HIMATEK angkatan 1989 meskipun terjadi permasalahan yang sangat kompleks.

·      Kepengurusan 1991-1992 (kepengurusan angkatan 1990)
Setelah angkatan 1988 di wisuda, maka diadakan musyawarah antara angkatan 1989 dan 1990 untuk menentukan pergerakan Himatek kedepannya. Sehingga diputuskan bahwa angkatan 1989 tidak akan menjadi pengurus karena posisi angkatan ini ketika itu sudah tingkat akhir dan khawatir jika Himatek di tangan angkatan 1989 akan mengalami kekosongan kegiatan dan bahkan bisa saja Himatek akan berakhir dan diputuskan bahwa angkatan 1990 yang akan menjadi pengurus Himatek serta terpilihlah kang Ugun Untaryo (angkatan 1990) sebagai ketua Himatek selanjutnya.
Pada kepengurusan ini, pertama kali dilakukan kunjungan industri seluruh anggota Himatek (angkatan 1989,1990 dan 1991) ke surabaya menggunakan bis damri dan kegiatan ini dimotori oleh Asep, Doddy dan Tjuk (angkatan 1990). Industri yang dikunjungi ialah Unilever, Semen Gresik dan Tjiwi Kimia. Bahkan ada juga kunjungan insutri khusus angkatan 1990 ke daerah Cilegon ketika itu. Untuk kegiatan lainnya tidak jauh berbeda dengan kepengurusan selanjutnya dan yang menjadi poin penting bahwa kaderisasi yang dilakukan tidak memakan waktu yang lama. Ketika tahun 1992,  ketua Ospek gabungan (sekarang disebut PPKK) diketuai oleh Tjuk (teknik kimia angkatan 1990) yang menjadi kebanggaan Himatek ketika itu.


·           Kepengurusan 2000-2001 (kepengurusan angkatan 1999)
Pada era ini, Himatek dipimpin oleh Aziz (angkatan 1999) dan pada kepengurusan ini merupakan era emas Himatek. Mengapa disebut sebagai era emas, karena pada kepengurusan ini KEMA dipegang oleh orang-orang dari Himatek. Ketua Bema adalah Ridwan (angkatan 1999 Himatek) dan ketua MPM adalah Asep Ruhiyat (angkatan 1999 Himatek). Kegiatan yang dilakukan Himatek pada kepengurusan ini tidak terlalu jauh berbeda dengan kepengurusan sebelumnya, ada olimpiade olahraga dan seni serta terdapat acara Band. Saat kepengurusan berjalan, kepengurusan ini tidak memegang AD/ART dan ini berarti kepengurusan ini berjalan tanpa adanya AD/ART karena terindikasi AD/ART hilang pada kepengurusan angkatan 1994-1995. Struktur organisasi pada kepengurusan ini, terdapat empat Ketua dibawah Ketua umum (ketua himpunan). Secara singkat dapat disimpulkan kepengurusan ini (angkatan 1999) merupakan orang-orang yang memahami organisasi baik dan kepengurusan ini merupakan masa emas Himatek.

·      Kepengurusan 2001-2002 (kepengurusan angkatan 2000)
Pada kepengurusan ini yang memimpin Himatek adalah Wira (angkatan 2000). Struktur organisasi pada kepengurusan ini terdiri dari sekretaris jenderal, kesekretariatan, menteri agama, menteri olahraga, menteri seni dan budaya dan menteri kewirausahaan. Yang berbeda dari kepengurusan ini adalah sekretaris jenderal berasal dari angkatan dibawah kahim (berarti angkatan 2001) dengan pertimbangan agar tidak terjadi kubu-kubu antar angkatan sehingga mempunyai rasa memiliki terhadap himpunan. Pada kepengurusan ini pun tidak menggunakan AD/ART ketika menjalankan Himatek ini karena dari kepengurusan selanjutnya pun tidak memakai AD/ART. Kegiatan yang berlangsung pada kepengurusan ini tidak ada yang lingkup nasional, semuanya fokus kepada kegiatan internal Himatek dikarenakan Kahim menginginkan solidnya Himatek dan memperbaiki komunikasi di internal Himatek.


           
·      Kepengurusan 2004-2005 (kepengurusan angkatan 2003)
Setelah kepengurusan 2003-2004, diadakan kembali pemilihan Ketua Himatek dan terpilihlah Arman Hamdan (angkatan 2003) sebagai Ketua Himatek periode 2004-2005. Struktur organisasi pada kepengurusan ini tidak jauh berbeda dengan struktur sebelum-sebelumnya terdapat sekretaris jenderal dan 5 divisi diantaranya, divisi kesekretariatan, divisi rohani, divisi sosial-budaya, divisi olahraga serta divisi wirausaha. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada kepengurusan ini diantaranya, buka puasa bareng + bakti sosial, kompetisi olahraga internal Himatek, pembeliam meja pingpong, perawatan alat pembuatan art paper, musyawarah BKKMTKI, Hiking, Kaderisasi di Ciwidey dan terdapat seminar tentang biogas dan biodiesel. Untuk jumlah anggota himpunan dapat dipresentasikan sebesar 95% anggota himpunan (dari 3 angkatan). Yang monumental dari kepengurusan ini adalah pembentukan kembali AD/ART yang merupakan undang-undang dasar dalam organisasi. Sejak hilangnya AD/ART yang diperkirakan terjadi pada tahun 1994-1995, maka baru dibentuk kembali pada kepengurusan ini. Maka dihasilkan dua AD/ART yaitu AD/ART untuk Himatek dan untuk Majelis Tinggi Himatek.

·         Kepengurusan 2005-2006 (kepengurusan angkatan 2004)
Kelengkapan organisasi telah terpenuhi pada kepengurusan 2004-2005, dan seiring berjalannya waktu, estafeta kepengurusan harus segera dilakukan kepada angkatan selanjutnya yaitu angkatan 2004. Pemilihan umum pun dilakukan dan amanah sebagai ketua himpunan diberikan kepada Hari Julianto. Pada kepengurusan 2005-2006, yang bertugas sebagai Sekretaris Jenderal adalah Krisna Irawan (angkatan 2004) dan beliau pun yang menciptakan sebuah bait indah yang berisi semangat, perjuangan, loyalitas dan kebersamaan yang dinamakan Mars Himatek. Struktur organisasi pada kepengurusan ini terdapat Bendahara Umum dan 8 Divisi, diantaranya : Divisi Olahraga, Divisi Infokom, Divisi Pendidikan, Divisi Wirausaha, Divisi Seni & Budaya, Divisi Pengembangan Organisasi, Divisi Rohani, dan Divisi Kesekretariatan.
 Adapun beberapa kegiatan yang dilakukan pada kepengurusan ini yaitu Science Contest untuk pertama kalinya, dan ini merupakan pengalihan proker yang di kepengurusan sebelumnya yaitu Liga Kimia. Liga Kimia merupakan liga sepak bola yang diadakan untuk semua mahasiswa baru di setiap jurusan yang ada di Polban dan kepanitiannya pun dari mahasiswa/angkatan baru Himatek. Namun, saat itu  sepak bola sedang dalam kondisi yang tidak aman dan susah untuk dikendalikan sehingga Himatek pun tidak bisa menjamin keamanan liga kimia tersebut. Oleh karena itu, di kepengurusan ini Liga Kimia ditiadakan dan dialihkan kepada kegiatan science contest yang pesertanya berasal dari siswa kelas 3 SMA. Ini mengindikasikan bahwa Mahasiswa harus dinamis, tidak boleh terpaku dengan hal-hal atau kegiatan yang nantinya akan merugikan kelompoknya dalam hal ini Himatek.
Kegiatan selanjutnya yaitu menjadi tuan rumah Rakorda BKKMTKI daerah II dan ini membuktikan keaktifan kepengurusan ini berkomunikasi dengan organisasi yang lebih luas cakupannya. Dalam sebuah organisasi, kita tidak akan terlepas dari yang namanya kaderisasi. Sejak dibentuknya kembali AD/ART Himatek, persyaratan menjadi anggota aktif Himatek yaitu harus mengikuti Mabim dan Mapan. Mapan seringkali dilaksanakan diluar kampus, namun pada kepengurusan ini Mapan dilakukan di dalam kampus. Ini bukan suatu kesalahan tapi di satu sisi ada kondisi yang memang harus membuat Mapan itu harus dilakukan di dalam kampus, baik dari kondisi Mahasiswa baru nya ataupun kondisi Manajemennya yang kurang mendukung.
Ketika acara Mapan pun, terkadang dan pastinya ada mahasiswa baru yang tidak ikut mapan disebabkan oleh berbagai alasan. Akan tetapi, itu bukan berarti mereka (mahasiswa baru) yang tidak ikut Mapan tidak mau masuk Himatek dan untuk mahasiswa yang berhalangan hadir Mapan dan dia ingin masuk himpunan, maka dilakukan Sidang Khusus. Sidang khusus adalah siding terbukan untuk menerima atau menolak mahasiswa yang ingin masuk Himatek tetapi sebelumnya tidak mengikuti Mapan. Sidang khusus dijelaskan pula d AD/ART Himatek dan Sidang khusus pada kepengurusan ini adalah siding khusus pertama kali yang dilakukan oleh Pengurus Himatek. Untuk kegiatan yang lainnya yaitu kegiatan rutin yang biasa dilakukan di kepengurusan sebelumnya. 

·         Kepengurusan 2006-2007 (kepengurusan angkatan 2005)
Kepengurusan 2005-2006 pun telah usai, dan saatnya kepengurusan baru terbentuk yaitu kepengurusan 2006-2007. Pada kepengurusan ini, Himatek dipimpin oleh Arman dan struktur organisasi nya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Terdapat sekretaris jenderal yang ditugaskan kepada Boni (angkatan 2005) dan bendahara umum serta terdapat tujuh divisi pada kepengurusan ini, diantaranya Divisi Wirausaha, Divisi Seni & Budaya, Divisi Pendidikan, Divisi Rohani Islam, Divisi Infokom, Divisi Penelitian dan Pengembangan dan Divisi Kesekretariatan.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada kepengurusan ini pada umumnya tidak jauh berbeda dengan kepengurusan sebelumnya seperti Science Contest, Seminar-seminar dan tentunya Kaderisasi. Adapun kegiatan-kegiatan yang menunjang utuhnya kebersamaan Himatek seperti paduan suara, Art Paper, Hiking, dan lain-lain. Art paper sudah difungsikan untuk dijadikan nametag pada acara mabim dan mapan. Jumlah anggota Himatek pada kepengurusan ini (terdiri dari angkatan 2004, 2005 dan 2006) berjumlah 200 orang.

·      Kepengurusan 2007-2008 (kepengurusan angkatan 2006)
Estafeta kepengurusan pun berlanjut kepada kepengurusan 2007-2008 yang dikomandani oleh Adu Damilsun sebagai ketua himpunannya. Pada kepengurusan ini struktur HIMATEK terdapat enam divisi, diantaranya Divisi Wirausaha, Divisi Rohani, Divisi Pendidikan, Divisi Infokom, dan Divisi Seni & Budaya. Kegiatan internal HIMATEK pada kepengurusan ini sanga berwarna dan begitu banyak program kerjanya. Sekretaris Jenderal pada kepengurusan ini bernama Sergap dan Ketua MT HIMATEK adalah Galih.
Jumlah anggota aktif pada kepengurusan ini sekitar 250 orang. Kegiatan-kegiatan besar HIMATEK pada kepengurusan ini diantaranya Seminar, Science Contest, dan Greenwich. Greenwich adalah kegiatan penghijauan disertai dengan acara musik. Pada kepengurusan ini dana kegiatan mahasiswa dari direktorat tidak turun dikarenakan terdapat masalah antara KEMA dan pihak Direktorat. Sehingga untuk pendanaan organisasi harus secara swadaya dan sponshorship. Meskipun dana direktorat tidak turun, HIMATEK tetap berkibar.

·      Kepengurusan 2008-2009 (Kepengurusan angkatan 2007)
Kepengurusan HIMATEK berlanjut pada angkatan selanjutnya yaitu angkatan 2007. Pada kepengurusan ini HIMATEK dipimpin oleh Dian Hermana Putra sebagai Ketua himpunannya dan Deni Apriyana sebagai sekretaris Jenderalnya, serta ketua MTH adalah Rendy Mukti. Di angkatan ini pun Ketua BEMA dipegang oleh kader HIMATEK yaitu Zulfikar Matin Effendi. Struktur kepengurusan HIMATEK pada kepengurusan ini diantaranya sekretaris, bendahara, Divisi Seni & Budaya, Divisi Olahraga, Divisi Wirausaha, Divisi Kegamaan, Divisi Publikasi dan Dokumentasi, dan Divisi Pendidikan.
Untuk pendanaan organisasi, pada kepengurusan ini mengandalkan Divisi Wirausaha. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kepengurusan ini diantaranya ada cerdas cermat SMA se-Jawa Barat, Seminar Industrial Leadership Training, dll. Anggota aktif pada kepengurusan ini terdiri dari angkatan 2006, 2007, 2008 dan 2009 (statusnya masih mahasiswa baru). Pada tahun 2008, Jurusan Teknik kimia mengadakan Program Studi D4-Teknik kimia Produksi Bersih dan 2009 mengadakan Program Studi D3-Analis Kimia. Untuk mahasiwa D4 TKPB masih bisa termasuk anggota HIMATEK, namun untuk D3-Analis Kimia tidak bisa masuk dalam HIMATEK. Hal fundamental yang menyebabkan itu adalah pengertian dari teknik kimia dan analis kimia pun sudah jauh berbeda dan dari disiplin ilmu pun kita (D3-TK dan D4-TKPB) memang berbeda.
Sehingga Zulfikar sebagai ketua BEMA dan Dian sebagai ketua himpunan menjadi orang terdepan dalam permsalahan ini. Sehingga disepakati bahwa kepengurusan ini akan membantu analis dalam membuat himpunan sendiri. Maka bisa dikatakan bahwa HIMKA adalah produk HIMATEK. Zulfikar selalu mengadakan pertemuan rutin dengan angkatan pertama analis (yaitu angkatan 2009) untuk membahas pembuatan himpunan mahasiswa analis kimia. Pada tanggal 9 september 2009, Himpunan Mahasiswa Analis Kimia pun terbentuk. Meskipun pembuatan himka penuh dengan kebimbangan dan pro-kontra.

Daftar Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK)
Politeknik ITB – Politeknik Negeri Bandung

1.      Dewo P Rahardjo, Angakatan 1987 (Founding Father HIMATEK pada tanggal 8 Agustus 1987)
2.      Asep Ahmad Suja’I, angkatan 1987 (Ketua HIMATEK periode 1987-1988)
3.      Kicky Kusteja Ilyas, Angkatan 1988 (Ketua HIMATEK periode 1989-1991)
4.      Meindra, Angkatan 1989 (Seseorang yang membuat LOGO HIMATEK)
5.      Ugun Untaryo, Angkatan 1990 (Ketua HIMATEK periode 1991-1992)
6.      Dance Aquarianto, Angkatan 1991 (Ketua HIMATEK periode 1992-1993)
7.      Iman Rusnandi, Angakatan 1992 (Ketua HIMATEK periode 1993-1994)
8.      M. Ikhsan, Angkatan 1993 (Ketua HIMATEK periode 1994-1995)
9.      Angkatan 1994 (belum terdata)
10.  Angkatan 1995 (belum terdata)
11.  Rusdiana, Angkatan 1996 (Ketua HIMATEK periode 1997-1998)
12.  Muh. Tomy Rahmadan, Angkatan 1997 (Ketua HIMATEK periode 1998-1999)
13.  Ivannovendri, Angkatan 1998 (Ketua HIMATEK periode 1999-2000)
14.  Aziz, Angkatan 1999 (Ketua HIMATEK periode 2000-2001)
15.  Wira, Angkatan 2000 (Ketua HIMATEK periode 2001-2002)
16.  Rio, Angkatan 2001 (Ketua HIMATEK periode 2002-2003)
17.  Rian Handariansyah, Angkatan 2002 (Ketua HIMATEK periode 2003-2004)
18.  Arman Hamdan, Angkatan 2003 (Ketua HIMATEK periode 2004-2005)
19.  Hari Julianto, Angkatan 2004 (Ketua HIMATEK periode 2005-2006)
20.  Arman Adya Pasya, Angkatan 2005 (Ketua HIMATEK periode 2006-2007)
21.  Adu, Angkatan 2006 (Ketua HIMATEK periode 2007-2008)
22.  Dian, Angkatan 2007 (Ketua HIMATEK periode 2008-2009)
23.  Taufik, Angkatan 2008 (Ketua HIMATEK periode 2009-2010)
24.  Devian, Angkatan 2009 (Ketua HIMATEK periode 2010-2011)
25.  M. Aliyudin, Angkatan 2010 (Ketua HIMATEK periode 2011-2012)
26.  Fauzi Yusupandi, Angkatan 2011 (Ketua HIMATEK periode 2012-2013)

Daftar Ketua Majelis Tinggi Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK)
Politeknik ITB – Politeknik Negeri Bandung

1.      Angakatan 1996 – 1999 (belum terdata) dan berdasarkan Pernyataan Ketua HIMATEK dari angkatan 2000,  Majelis Tinggi HIMATEK dibentuk sekitar tahun 1996.
2.      Dwinanto, angkatan 1999 (Ketua MT HIMATEK periode 2000-2001)
3.      Firman, angkatan 2000 (Ketua MT HIMATEK periode 2001-2002)
4.      Edwan, angkatan 2001 (Ketua MT HIMATEK periode 2002-2003)
5.      Sony, angkatan 2002 (Ketua MT HIMATEK periode 2003-2004)
6.      Zakky, angkatan 2003 (Ketua MT HIMATEK periode 2004-2005)
7.      Deni Kamaludin, angkatan 2004 (Ketua MT HIMATEK periode 2005-2006)
8.      Teguh Pebtiadi, angkatan 2005 (Ketua MT HIMATEK periode 2006-2007)
9.      Galih Aditya, angkatan 2006 (Ketua MT HIMATEK periode 2007-2008)
10.  Rendy Mukti, angkatan 2007 (Ketua MT HIMATEK periode 2008-2009)
11.  Dendi Nurul Fadilah, angkatan 2008 (Ketua MT HIMATEK periode 2009-2010)
12.  Norman Sanjaya, angkatan 2009 (Ketua MT HIMATEK periode 2010-2011)
13.  Bagus Edi Anggianto, angkatan 2010 (Ketua MT HIMATEK periode 2011-2012)
14.  Rizky Sukmariansyah, angkatan 2011 (Ketua MT HIMATEK periode 2012-2013)




Jika Dia Seorang Sastra

Buku-buku kosong banyak sekali di kamarku, sampai notebook-notebook yang didapatkan di seminar-seminar pun masih tersusun dengan rapih di atas lemari. Tangan ini sangat sulit untuk digerakkan agar mengisi buku-buku yang kosong tersebut. Mungkin tidak akan pernah terisi buku-buku itu ketika hanya diri ini yang berpikir. Kalau pun hanya aku yang berpikir dan mencari inspirasi mungkin tulisan-tulisan yang aku buat hanya lah sebuah kalimat atau paragraf yang tidak memiliki makna yang mendalam. Hanya membahas bagian luar dari pesan yang akan disampaikan. Maka jika Allah memberikan nama untukku seseorang yang bergerak di bidang kesastraan mungkin dia bisa lebih banyak membantu ku untuk mengisi semua buku-buku kosong itu. Pena itu akan terpakai sepanjang hari bahkan setiap pagi akan terus memandangi tempat matahari terbit. Setiap hari setidaknya ada satu puisi yang tercipta untuk dibacakan bersama dihadapan burung-burung yang sedang hinggap di pagar-pagar rumah maupun di halaman-halaman rumah. Puisi yang dibacakan bersamaan dengan embun pagi yang menetes dari pepohonan. Udara sejuk yang membuat pernafasan semakin nyaman karena puisi yang dibacakan membuat pepohonan menari-nari indah oleh angin yang hadir dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat. Kamu akan mengajarkanku membuat puisi dengan makna yang begitu dalam sehingga langit pun tersenyum dengan warna birunya dan awan pun berjalan begitu lambat karena ingin mendengar puisi yang kita buat.
Kamu pun akan menuliskan sebuah cerita atau deskripsi mengenai hal yang kamu sukai, mendeskripsikan dua burung yang sedang hinggap di genting dan menceritakan perjalanan kita saat menuju sebuah telaga. Di telaga itu, kamu menceritakan bagaimana kekuatan perahu itu seperti kekuatan cinta kita, kekuatan kepercayaan kita kepada Sang Maha Pencipta. Pohon-pohon yang berada di sekitar telaga merupakan sekumpulan masyarakat yang nantinya akan kita temui. Mendayung perahu denganmu seperti mengarungi kehidupan dengan penuh kerja keras, keikhlasan dan kesabaran. Namun senyummu selalu mengobati kelelahan-kelelahan itu. Begitu lah cerita yang kamu buat ketika aku dan kamu berada di sebuah telaga dan itu kamu tuliskan dalam buku yang kamu bawa kemanapun kita pergi. Ketika melewati lorong pepohonan, daun-daun berjatuhan dan seketika itu kamu pun terduduk senyum sambil membuka buku dan menuliskan sesuatu. Aku tidak tahu apa yang kamu tuliskan, tapi itulah insting seorang sastra. Setiap kejadian yang ada di alam kamu selalu jadikan sebuah cerita atau puisi yang sangat inspiratif.
Ketika di pesisir pantai, kita pun bermain bersama disana. Bermain ombak bersama sambil melihat orang-orang disekitar bermain sepak bola di panati. Memandangi batu karang yang tertabrak oleh kerasnya ombak dan itulah kehidupan. Tidak terasa senja pun tiba, kamu mengajak ku untuk bisa melihat sunset bersama. Ditanganmu tidak pernah lepas satu buah buku dan pena. Sambil menunggu sunset kamu bercerita banyak tentang masa kanak-kanakmu, aku pun tertawa bahagia. Sunset pun tiba dan tanganmu pun mulai bergerak dengan pena tersebut untuk meneteskan tinta pena itu di buku yang kamu pegang. Saat waktunya pulang ke rumah, kamu telah mengisi hampir semua buku yang tadinya kosong, membuat suasana rak buku ku menjadi bermakna. Itu lah jika teman hidupku adalah seorang sastra, akan selalu mengisi buku kehidupanku dengan kata-kata yang bermakna. Membuatkan puisi untukku setiap pagi agar hari-hari ku semakin berwarna. Konsekuensinya, dia akan sangat romantis, penyabar dan selalu ceria.

-Sastra itu Indah-

(Bandung, 13 Maret 2014)